PotretNews.com Rabu 12 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Serap Aspirasi ke Pelosok Riau, Politisi Senayan Ini Bukannya Menerima Laporan Jalan Rusak atau Pelayanan Bobrok, tapi soal Remeh yakni Kop Surat yang Belum Dicetak

Serap Aspirasi ke Pelosok Riau, Politisi Senayan Ini Bukannya Menerima Laporan Jalan Rusak atau Pelayanan Bobrok, tapi soal Remeh yakni Kop Surat yang Belum Dicetak

Anggota DPD RI Asal Riau Hj Instiawati Ayus.

Senin, 20 Maret 2017 20:36 WIB
DURI, POTRETNEWS.com - Kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) yang umumnya menerima ''seabrek-abrek'' persoalan infrastruktur seperti jalan rusak dan layanan publik yang tak memadai.Namun, kali ini salah seorang Anggota DPD RI, Instiawati Ayus, justru mendapatkan laporan perkara administrasi khususnya kop surat. Hal ini terungkap pada reses Instiawati Ayus di Kantor Desa Airkulim, Kecamatan Bathinsolapan, Bengkalis, Riau, Senin (20/3/2017).

Desa Airkulim merupakan salah satu desa di daerah penghasil minyak Duri, Riau. Daerah ini tergolong kaya karena merupakan basis perminyakan di Indonesia.

"Pemkab Bengkalis harus digenjot, didorong dan ditekan lagi penyelesaian perangkat, administrasi dan teknis kecamatan baru ini. Kecamatan baru sudah ada, tetapi seluruh desa masih pakai kop surat kecamatan yang lama," kata Instiawati Ayus saat diwawancarai GoRiau.com, Senin (20/3/2017) di halaman Kantor Desa Airkulim.

Ads
Menurut Senator Riau ini, perjuangan pemekaran kecamatan ini terlalu mahal, memperjuangkannya sudah ”berdarah-darah” tetapi setelah tercapai kok tidak ada semangatnya.

"Ubah ini secepatnya, nggak usah muluk-muluk, lanjutkan perjuangan. Dari rentang waktu yang ada harusnya Pemkab Bengkalis sudah mempersiapkan properti serta logistiknya, ini kok belum sampai sekarang. Menunggu apa lagi," kata cucu dari Wali Kota Pekanbaru ke-4, Muhammad Yunus.

Khususnya Kecamatan pemekaran di Kabupaten Bengkalis ini, Instiawati Ayus menilai kelengkapan properti dan logistik itu sangat mendesak, karena masyarakatnya akan melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak.

''Harus ada solusi dari Pemkab Bengkalis menyelesaikan masalah ini. Ini mendesak, tidak hanya Desa Air Kulim saja yang menuntut status kependudukan mereka, masih ada Desa Pamesi, Sebangar, Kesumboampai, Simpangpadang, Tambusai Batang Dui, Pematangobo, Boncahmahang, Bathinbetuah, Petani, Buluhmanis, Balaimakam dan Bumbung,'' ujarnya lagi yang miris melihat belum satupun ada properti serta logistik Kecamatan baru. ***

Editor:
Muh Amin

wwwwww