PotretNews.com Jum'at 14 Desember 2018

Keluguan Siswi 14 Tahun di Pekanbaru Ini Membawa Petaka, Curhat ke Ortu Sudah Tak Suci Lagi Usai Bertemu Pria yang Baru Dikenalnya

Keluguan Siswi 14 Tahun di Pekanbaru Ini Membawa Petaka, Curhat ke Ortu Sudah Tak Suci Lagi Usai Bertemu Pria yang Baru Dikenalnya

Ilustrasi.

Minggu, 26 Februari 2017 14:46 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Orang tua Bunga (bukan nama sebenarnya, red) mendatangi Polresta Pekanbaru, Provinsi Riau. Ia melaporkan bahwa sang anak yang baru berusia 14 tahun diduga mengalami pencabulan.Berdasarkan laporannya yang dirilis kepolisian, Minggu (26/2/2017) pagi, seperti dilansir potretnews.com dari GoRiau.com, Bunga diajak ”begituan” oleh seseorang yang ia kenal bernama panggilan Koko. Korban diiming-imingi sejumlah uang agar mau melakukan perbuatan tersebut.

Kasus ini terbongkar setelah Bunga menceritakan hal itu kepada ibu kandungnya. Kejadian tersebut pada Kamis (23/2/2017) sore kemarin sekira pukul 17.00 WIB, di sebuah rumah di Jalan KH Hasyim Asy'ari, Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Tidak diketahui pasti mengapa korban bisa bertemu dengan terduga pelaku, yang jelas saat di rumah tersebut, si Koko membujuk Bunga, bahwa akan memberikan uang, hingga akhirnya berujung pada hubungan badan layaknya suami istri.

Ads
Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino, Minggu pagi menjelaskan, korban ini masih berusia 14 tahun dan masih berstatus pelajar. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku pencabulan tersebut.

"Masih kita selidiki, untuk kasusnya sudah dilaporkan oleh keluarga (orang tua) korban, dan sudah dimintai keterangannya," tuturnya, Minggu pagi.

Kasus seperti ini sudah acap kali terjadi, dengan korbannya anak di bawah umur. Perlu perhatian serius dari orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka, agar tidak jadi korban kejahatan seksual.

Sebab, keluguan anak-anak kerap dimanfaatkan oleh pelaku, ditambah lemahnya pengawasan membuat kian terbukanya peluang. Oleh sebab itu, komunikasi dan pemahaman yang baik dibutuhkan untuk mencegah hal tersebut. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Hukrim, Umum, Pekanbaru
wwwwww