PotretNews.com Rabu 22 Agustus 2018
Home > Berita > Siak

Saat Bupati Siak Syamsuar Nyanyi Lagu ”Fatwa Pujangga” di Hadapan Etnis Tionghoa

Saat Bupati Siak Syamsuar Nyanyi Lagu ”Fatwa Pujangga” di Hadapan Etnis Tionghoa

Bupati Siak Syamsuar menyaksikan pesta kembang api saat perayaan malam Cap Go Meh 2568 bersama warga keturunan Tionghoa di Kelenteng Hock Siu Kiong Siak Sri Indrapura. (foto: humas setdakab siak)

Minggu, 12 Februari 2017 16:43 WIB
Sahril Ramadana

SIAK, POTRETNEWS.com - Ribuan warga etnis Tionghoa di Kabupaten Siak Provinsi Riau Sabtu (11/2/2017) malam, memadati kelenteng bersejarah Hock Siu Kiong. Mereka membawa sanak saudara ke tempat itu untuk bersembahyang sembari merayakan acara puncak Cap Go Meh atau penutupan Tahun Baru Imlek 2568/2017.

Bupati Siak Syamsuar beserta sejumlah anggota forum koordinasi pimpinan daerah (fForkompimda) juga hadir di acara tersebut. Demi menyemarakkan acara, sejumlah atraksi juga di dipertontonkan oleh panitia penyelenggara, seperti pesta kembang api yang indah.
Bahkan, yang membuat lebih semarak lagi, ketika Bupati Syamsuar mendendangkan sebuah lagu melayu lawas berjudul ”Fatwa Pujangga”.

Dalam sambutannya sebagai Bupati Syamsuar mengatakan, Kabupaten Siak memang Negeri Melayu, namun keberagaman suku ras dan agama adalah kekayaan tak ternilai di Negeri Istana. Karena itu, soal keharmonisan dalam keberagaman masyarakat, ia mengaku ”angkat topi” dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Siak saat ini.

”Mari kita pelihara persaudaraan, persatuan dan kesatuan kita. Jangan terpengaruh isu-isu tidak bertanggungjawab yang bertujuan untuk memecah-belah persatuan bangsa kita,” kata Syamsuar, Sabtu (11/2/2017) malam kemarin.

Ads
Dikatakan bupati, terkait rencana pengembangan sejumlah situs cagar budaya di Siak Sri Indrapura, ia juga berharap agar warga etnis Tionghoa dapat mendukung rencana pengelolaan Kelenteng Hock Siu Kiong sebagai salah satu objek wisata.

”Kelenteng Hock Siu Kiong yang usianya sudah ratusan tahun ini memiliki banyak benda peninggalan di dalamnya, nilai historisnya itu akan menarik minat wisatawan untuk selalu berkunjung,” jelasnya.

Keyakinan Syamsuar bukan tanpa alasan. Itu dikuatkan dengan tradisi perayaan Cap Go Meh yang sangat meriah setiap tahunnya di halaman kelenteng yang memiliki arti nama ”umur yang panjang” itu.

“Letak kelenteng juga sangat strategis, karena bersebelahan dengan tepian Bandar Sungai Jantan (Sungai Siak). Ke depan kita akan siapkan tiket terusan untuk masuk ke 6 objek wisata di Siak, salah satunya masuk ke Kelenteng Hock Siu Kiong ini,” ujarnya.

Acara yang digelar di area pasar lama Kota Siak Sri Indrapura dan halaman kelenteng itu, bukan hanya dihadiri warga keturunan Tionghoa saja, melainkan ratusan wisatawan dari luar Kabupaten Siak dan masyarakat setempat juga ikut meramaikan malam Cap Go Meh tersebut. ***

Tour de Siak 2018
wwwwww