PotretNews.com Sabtu 18 Agustus 2018
Home > Berita > Riau

Tol Pekanbaru-Padang Masuk Daftar Proyek Strategis Nasional 2015-2019

Tol Pekanbaru-Padang Masuk Daftar Proyek Strategis Nasional 2015-2019

Ilustrasi.

Jum'at, 10 Februari 2017 11:56 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pemerintah akan kembali menambah panjang daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, salah satunya pengerjaan jalan jalan tol Pekanbaru-Padang.Dari data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, ada 17 proyek jalan tol yang telah mendapat lampu hijau untuk masuk dalam daftar tersebut.

Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, ketujuh belas proyek jalan tol ini telah memenuhi izin teknis dan syarat dokumen yang lengkap untuk dapat masuk ke dalam daftar PSN yang sesuai dengan kriteria dasar. Pihaknya sendiri mengajukan 26 proyek jalan tol, namun hanya 17 yang memenuhi syarat.

"Kita kan usulkan 26. Memang ada rapat kemarin dalam pembahasan, beberapa ruas yang di luar 17 tadi, dalam rapat disampaikan belum masuk karena dalam evaluasinya belum akan konstruksi di 2018," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (10/2/2017), yang dilansir potretnews.com.

Ads
Adapun 16 dari 17 ruas jalan tol yang akan masuk dalam daftar PSN ini seluruhnya merupakan ruas yang telah direncanakan sesuai dengan Rencana Panjang Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Sedangkan satu ruas tambahan baru adalah ruas tol Yogyakarta - Bawen yang diusulkan sebagai pendukung pariwisata Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Dengan masuknya proyek-proyek ini ke dalam daftar PSN, maka dalam pelaksanaannya nantinya akan mendapat prioritas dalam penganggaran serta mendapatkan jaminan ataupun dana talangan seperti talangan lahan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam proyek tol, sehingga pembangunan pun akan lebih pasti.

Berikut adalah 17 ruas jalan tol yang telah disetujui usulannya untuk masuk ke dalam daftar PSN, dengan total biaya investasi mencapai Rp 232,06 triliun untuk panjang 1.533,1 km.

1. Pasuruan - Probolinggo 31,3 km (Rp 3,55 triliun)
2. Probolinggo - Banyuwangi 170,36 km (Rp 18,4 triliun)
3. Krian-Legundi-Bunder-Manyar 39 km (Rp 7 triliun)
4. Jakarta - Cikampek II (elevated) 36,4 km (Rp 14,13 triliun)
5. Jakarta - Cikampek II sisi selatan (Jatiasih-Cipularang-Sadang) 64 km (Rp 17,77 triliun)
6. Yogyakarta - Solo 40,49 km (Rp 2,33 triliun)
7. Semarang - Demak 23,99 km (Rp 2,96 triliun)
8. Sukabumi - Ciranjang - Padalarang 61 km (Rp 5,03 triliun)
9. Sigli - Banda Aceh 75 km (Rp 12,94 triliun)
10. Binjai - Langsa 110 km (Rp 18,82 triliun)
11. Tebing Tinggi - Pematangsantar - Parapat - Tarutung - Sibolga 200 km (Rp 19,77 triliun)
12. Bukittinggi - Padang Ginjang - Lubuk Alung - Padang 55 km (Rp 7,87 triliun)
13. Rantauprapat - Kisaran 100 km (Rp 17,13 triliun)
14. Langsa - Lhokseumawe 135 km (Rp 21,76 triliun)
15. Lhokseumawe - Sigli 135 km (Rp 21,78 triliun)
16. Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi 185 km (Rp 28,72 triliun)
17. Yogyakarta - Bawen 71,56 km (Rp 12,1 triliun). ***

Editor:
Akham Sophian

Tour de Siak 2018
wwwwww