PotretNews.com Rabu 22 Agustus 2018

Kawasan Industri Dumai Juga Masuk dalam Proyek Strategis Nasional

Kawasan Industri Dumai Juga Masuk dalam Proyek Strategis Nasional

Kawasan Industri Dumai.

Jum'at, 10 Februari 2017 19:18 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengusulkan 117 proyek strategis nasional (PSN) baru melengkapi proyek-proyek tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, sebagaimana dilansir potretnews.com dari antara, usai rapat koordinasi KPPIP di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/2/2017) , mengatakan dari 117 usulan tersebut, sekitar 78 proyek yang diterima.

Basuki mengatakan 78 proyek diterima tersebut merupakan hasil pelonggaran kriteria, sebab apabila pemerintah memperketat maka hasil evaluasi usulan tersebut menjadi hanya 45 proyek.

Proyek yang masuk usulan PSN baru antara lain Tol Tebing Tinggi-Pematangsiantar-Parapat-Tarutung-Sibolga di Sumatera Utara, Bendungan Temef (Nusa Tenggara Timur), Proyek Tangguh LNG (Papua Barat), Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (Jawa Timur), dan Kawasan Industri Dumai (Riau).

Ads
Menurut Basuki, terdapat usulan proyek yang belum diterima karena tidak menyertakan data yang lengkap serta ketiadaan komitmen pemerintah daerah mengingat proyeknya berlangsung di daerah. “Waktu pelaksanaannya juga diutamakan yang dimulai paling lambat 2018-2019,” kata Basuki.

Kementerian PUPR sendiri mengusulkan 24 proyek jalan tol baru, empat proyek air baku, sembilan bendungan, serta 20 proyek irigasi dan rawa, dengan total investasi Rp300 triliun yang diusulkan sebagai PSN.

Basuki mengatakan fasilitas proyek yang masuk sebagai PSN antara lain pembebasan lahan dialokasikan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan terdapat kelonggaran dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kemudian khusus tol, dana talangan dari BPJT akan lebih pasti. Ada kepastian bahwa nanti akan diganti oleh APBN, kalau di luar PSN pengadaan lahannya reguler. Namun ada juga kewajiban di PSN, misalnya memakai produk dalam negeri,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada 8 Januari 2016 telah menandatangani Perpres 3/2016 dengan 225 PSN dan satu program kelistrikan dengan nilai investasi Rp 2.826 triliun.

Terdapat 20 PSN yang sudah selesai (Rp27,6 triliun) dan 18 PSN yang dikeluarkan (Rp58,4 triliun) sehingga proyek-proyek dalam Perpres 3/2016 saat ini ada 187 PSN dengan nilai investasi Rp 2.740 triliun. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Tour de Siak 2018
wwwwww