Waspada Penipuan Catut Nama Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Sudah Ada Warga yang Mengaku Transfer Uang Rp5 Juta

Waspada Penipuan Catut Nama Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Sudah Ada Warga yang Mengaku Transfer Uang Rp5 Juta

Ilustrasi.

Jum'at, 06 Januari 2017 15:31 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Banyak modus para pelaku kejahatan untuk meraup untung dari para korbannya yang lengah dan tidak berhati-hati. Bahkan, para pelaku mengaku-ngaku sebagai Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Riau. Seperti yang dialami Kiki (29), Kamis (5/1/2017). Dirinya kehilangan uang Rp5 juta, setelah mentransfer uang ke sebuah rekening dengan nomor 1290011024003, milik pelaku yang mengaku sebagai Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru.

Kronologinya, sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com, Kiki mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru. Pelaku kemudian meminta bantuan dana sebesar Rp35 juta, untuk keperluan tertentu, dan meminta korban segera mentransfer uang tersebut.

Setelah berbincang-bincang dan terperdaya modus pelaku, korban akhirnya menyanggupi untuk mentransfer uang Rp5 juta ke rekening pelaku. Anehnya, telepon pelaku tak bisa lagi dihubungi setelah korban mentransfer uang tersebut.

Menyadari dirinya telah tertipu, korban langsung mendatangi Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru. Benar saja, korban telah tertipu, dan pihak Satpol PP Kota Pekanbaru tak pernah meminta bantuan dana seperti yang dikatakan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (6/1/2016), membenarkan adanya kasus penipuan modus mengatas namakan pejabat Pemerintahan Kota Pekanbaru.

"Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan, sementara itu, nomor telepon pelaku sudah tidak bisa dihubungi," kata kasat di ruang kerjanya.

Terkait kasus penipuan mengatas namakan pejabat pemerintah tersebut, Kasat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya penipuan yang mencatut nama pejabat. Karena, baik itu pejabat instansi pemerintahan, bahkan pejabat di kepolisian tidak pernah meminta bantuan dengan alasan apapun kepada masyarakat.

"Jika mendapat kasus serupa, lebih baik untuk segera mengkorfimasi atau mengklarifikasi langsung ke pejabat yang bersangkutan, sebelum melakukan transfer," ujarkasat.***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww