PotretNews.com Kamis 18 Oktober 2018

Dipasok dari Luar Negeri, BNN Riau Sita 2 Jenis Ekstasi Langka dari Bandar Narkoba yang Nyaris Tewas akibat Overdosis, Salah Satunya Merek Minion

Dipasok dari Luar Negeri, BNN Riau Sita 2 Jenis Ekstasi Langka dari Bandar Narkoba yang Nyaris Tewas akibat Overdosis, Salah Satunya Merek Minion

Ratusan butir pil ekstasi, termasuk jenis Minion dan Kodok, dimusnahkan BNN Riau, Rabu siang. (foto: goriau.com)

Rabu, 07 Desember 2016 14:55 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kabid Pemberantasan dan Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau, AKBP Haldun mengatakan, bandar narkoba berinisial EW alias Awi yang overdosis akibat menelan 51 butir pil Ekstasi, diketahui menjajakan dua jenis pil haram berkategori langka.Pil ekstasi tersebut di antaranya bermerek Minion serta Kodok. Kata Haldun, keduanya ini sulit ditemukan peredarannya, terutama di Kota Pekanbaru. "Ini termasuk barang langka. Pengakuannya dipasok dari luar negeri," sebutnya usai memusnahkan barang haram tersebut, Rabu siang.

Pada kasus ini, BNN Riau sukses meringkus empat orang dari jaringan Awi, dua diantaranya merupakan wanita. Inisial tiga orang itu adalah J alias Juju, yang dibekuk di room karaoke RP Club Jalan Riau, kemudian Sh alias Nanda serta Ds alias Kiki di salah satu kamar hotel ternama di Pekanbaru.

Dari tangan Juju, tim BNN Riau menyita 22 butir Ekstasi merek GT. Sementara dari Sh diamankan 17 butir Ekstasi merek Angsa. "Kalau yang jenis Kodok serta Minion kita amankan dari Awi. Jumlahnya ditotal 286 butir (merek Kodok dan Minion). 51 butir lainnya ia telan," kata dia seperti dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Ekstasi ini, lanjut AKBP Haldun, diduga diedarkan di tempat-tempat hiburan malam di Pekanbaru. Mereka mendapatkannya dari seorang bandar besar yang kini tengah diburu BNN Riau. "Sekarang bandar tersebut menghilang. Kita masih melakukan pengejaran, mudah-mudahan segera ditangkap," ucapnya.

Untuk harga jual ekstasi Minion, biasanya dibanderol sekitar Rp350 ribu/butir (di Pekanbaru, red). "Kita belum tahu, sudah berapa banyak peredarannya di Pekanbaru. Yang jelas kita waspadai. Kalau yang merek Kodok ini juga termasuk langka," ujarnya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

wwwwww