PotretNews.com Senin 17 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Sudah Diwacanakan Sejak Era Gubernur Saleh Djasit, Politisi Ini Sebut Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Hanya Harapan Palsu

Sudah Diwacanakan Sejak Era Gubernur Saleh Djasit, Politisi Ini Sebut Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Hanya Harapan Palsu

Asri Auzar ketika berpidato di hadapan massa.

Rabu, 16 November 2016 23:20 WIB
Mukhlis Wijaya
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Anggota DPRD Provinsi Riau H Asri Auzar pesimistis proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai akan cepat terlaksana. Meskipun rencana groundbreaking (peletakan batu pertama, red) proyek akan dilakukan Presiden Joko Widodo Desember 2016, tetapi aksi nyata pembangunan belum kunjung terlihat.BACA JUGA:

. Politisi DPR Ini Beberkan Alasan Presiden Jokowi Enggan Groundbreaking Tol Pekanbaru-Dumai

"Rencana proyek jalan tol ini sebetulnya kan sudah lama, lebih 20 tahun. Tapi sampai hari ini masih sebatas harapan palsu, entah iya entah tidak. Masyarakat hanya dijanjikan, wujudnya tak kunjung ada," kata Sekretaris Komisi D DPRD Riau itu, Rabu (16/11/2016).

Ads
Keinginan pembangunan jalan tol, menurut dia lagi, sudah ada sejak Gubernur Riau Saleh Djasit, kemudian berganti Rusli Zainal selama dua periode, Wan Abu Bakar, Djoeharmasyah Johan, Anas Maamun sampai terakhir saat ini dipimpin oleh Arsyadjuliandi Rachman.

"Jadi itu ke itu saja, katanya mau dimulai tapi tak jadi-jadi. Bahkan tahun ini sudah berapa kali mau groundbreaking, gagal juga. Ini hanya semacam lips service, hanya harapan-harapan saja," tutur Asri.

Sebelumnya dikatakan pembebasan lahan jalan tol sudah mencapai 30 kilometer, Ia mengatakan seharusnya itu dikerjakan lebih dulu supaya masyarakat melihat bukti. Untuk Sumatera, sejumlah daerah seperti Sumut, Sumbar dan Sumsel sudah memiliki jalan tol.

"Sangat kasihan kita ini sebagai daerah penghasil terbesar sumber daya alam, jalan tol saja tak mampu dihadirkan. Karena itu saya minta Pemprov Riau dan dewan untuk serius memperjuangkannya supaya pusat tidak lagi sekedar memberikan harapan," ujar dia. ***

wwwwww