PotretNews.com Minggu 18 November 2018
Home > Berita > Riau

Riau ”Dikepung” Demam Berdarah, Gubernur Arsyadjuliandi Rachman Perintahkan Tim Medis Siaga hingga ke Pelosok

Riau ”Dikepung” Demam Berdarah, Gubernur Arsyadjuliandi Rachman Perintahkan Tim Medis Siaga hingga ke Pelosok

Ilustrasi.

Senin, 14 November 2016 08:04 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengedarkan surat imbauan agar menyiagakan tim medis pada semua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kabupaten/kota serta rumah sakit pemerintah setempat.BACA TERKAIT:

. Waspada! Riau ”Dikepung” Demam Berdarah, Ini Datanya

"Surat edaran Gubernur Riau sudah kami sampaikan ke semua kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Syafril di Pekanbaru, Minggu (13/11/2016).

Ads
Andra menyebutkan tujuan siaga tim medis ini untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) secara signifikan.

"Gubernur meminta menyiagakan tenaga kesehatan untuk mengatasi jika suatu waktu DBD tidak terkendali," tegas Andra lagi sebagaimana dikutip potretnews.com dari antara.

Dia menambahkan semua dinas kesehatan kabupaten/kota juga sudah diingatkan agar melakukan antisipasi dan pengendalian berkembangnya nyamuk penyebab DBD dengan menggalakkan gotong-royong massal secara serentak.

Apa lagi musim penghujan mulai melanda Riau secara keseluruhan. Menurut dia saat ini jumlah DBD di Riau mencapai 3.262 kasus, terbesar di Pekanbaru.

"Periode Januari-September 2016 ada 3.272 DBD. Meningkat sebanyak 1.272 kasus dibandingkan periode yang sama 2015 yang hanya 2.000 kasus," ujarnya.

Andra Syafril memperkirakan peningkatan kasus DBD akan terjadi lagi untuk bulan depan, apalagi merujuk pada evaluasi data siklus lima tahunan yakni pada Agustus sejak 2011 yang dipengaruhi badai La Nina.

"Potensi peningkatan kasus bisa terjadi karena pengaruh cuaca yang tidak menentu dibarengi musim hujan dan panas yang cenderung ekstrim," terangnya.

Ia menambahkan kasus DBD tertinggi berasal di Pekanbaru ada 773 kasus, disusul Kabupaten Bengkalis 761, Kampar 270, Kota Dumai 252, Siak 412, Kuantan Singingi 164, Indragiri Hulu 160, Rokan Hulu (Rohul) 91, Indragiri Hilir 97 dan Kabupaten Pelalawan sebanyak 75 kasus. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww