PotretNews.com Rabu 23 Januari 2019

Jokowi Dijadwalkan Resmikan PLTU Tenayanraya Pekanbaru

Jokowi Dijadwalkan Resmikan PLTU Tenayanraya Pekanbaru

Ilustrasi.

Jum'at, 11 November 2016 23:38 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pekanbaru dan Dumai, 8 Desember mendatang.BERITA TERKAIT:

. Pembayaran Ganti Rugi Lahan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai Senilai Rp3,5 Triliun Ditargetkan November

. Bos PLN Riau & Kepri Bilang PLTU Tenayan 220 MW Segera Beroperasi

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan Pemerintah Provinsi Riau telah mendapatkan konfirmasi dari pihak Kantor Staf Kepresidenan untuk memastikan jadwal ini. Kedatangan Presiden juga akan memperingati Hari Antikorupsi Internasional dan meresmikan pembangunan proyek (groundbreaking) tol trans Sumatra Pekanbaru-Dumai.

“Kami telah melakukan rapat persiapan untuk menyambut kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang meresmikan PLTU Tenayan Rya di Pekanbaru dan Dumai,” kata Ahmad Hijazi, Jumat (11/11/2016), sebagaimana dikutip potretnews.com dari bisnis.com.

BACA JUGA:

. Pembangunan Megaproyek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayanraya Dihentikan, Pak Wali Gusar saat Dikonfirmasi

PLTU Tenayanraya berkapasitas 2x110 MW dengan bahan bakar batu bara. Sedangkan PLTU Dumai berkapasitas 2x100 mw yang ditempatkan di Kawasan Industri Dumai. Pembangkit listrik tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah terpencil di provinsi itu.

Riau saat ini memiliki beberapa pembangkit listrik, yaitu LTG Teluk Lembu di Pekanbaru 145,2 MW, PLTA Koto Panjang di Kampar 95,7 MW dan Balai Pungut di Duri, Bengkalis 129,7 MW ditambah 167 MW dari pembangkit di Sumatera Barat.

Presiden Joko Widodo juga akan meresmikan dua unit gardu induk yang berguna untuk memisah arus listrik khusus ke Riau. Jika tidak memilki gardu induk, pembangkit listrik tersebut akan masuk ke jaringan listrik di Sumatra.

Riau membutuhkan 19 gardu induk untuk mengatasi krisis listrik di daerahnya. Saat ini, Riau masih memiliki 8 gardu induk. Pemerintah telah mengatakan pemerintah telah mengajukan kepada PLN untuk pembangunan gardu induk. Namun, masih terkendala oleh proses investasi PLN yang membutuhkan waktu.

Ahmad mengatakan penambahan daya dan energi listrik di Riau ini diyakini bisa mendorong elektrifikasi Riau hingga ke daerah pelosok. Perekonomian Riau juga akan mengalami percepatan karena adanya keberimbangan supply dan demand energi listrik.

"Kita juga mendorong agar lembaga terkait seperti PLN dan ESDM untuk bisa segera merampungkan proyek besar elektrifikasi tersebut," katanya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww