PotretNews.com Selasa 22 Januari 2019

Subhanallah, Bekas Gembong Narkoba di Kepulauan Meranti Nyatakan Masuk Islam

Subhanallah, Bekas Gembong Narkoba di Kepulauan Meranti Nyatakan Masuk Islam

Aliang (pakai peci putih), Heryanto Nainggolan (bersalaman) dan Loi kemeja biru peci hitam, saat masuk agama Islam di Musala Cabrutan Kelas II Selatpanjang, Selasa (1/11/2016).

Selasa, 01 November 2016 18:16 WIB
SELATPANJANG, POTRETNEWS.com - Laki-laki yang sebelumnya menjadi bandar narkoba di Kepulauan Meranti, Adi alias Aliang, mendapatkan hidayah dan memeluk agama Islam. Aliang tidak sendiri, dua temannya Heriyanto Nainggolan dan Loi juga masuk Islam.Proses pengislaman ini dipandu oleh Ustadz Ahmad Fauzi, Ketua Yayasan Fitrah Madani. Terlihat hadir Kepala Cabrutan Wiwid Fery Heryanto, Wakapolres Dr Wawan Setiawan, dan puluhan warga binaan lainnya.

Paling pertama bersyahadat adalah Heryanto Nainggolan. Heryanto Nainggolan mendapat tambahan nama Muhammad menjadi Muhammad Heryanto Nainggolan setelah sah memeluk agama Islam. Heryanto Nainggolan ditangkap atas kasus narkoba dan dihukum kurungan penjara 5 tahun 3 bulan.

Giliran kedua adalah Adi alias Aliang. Bandar Narkoba di Kota Sagu itu bersyahadat dan diganti namanya menjadi Muhammad Ali. Ia tertangkap tahun 2014 lalu dan dikenakan hukuman 15 tahun penjara.

Belakangan beredar kabar, di dalam penjara Aliang kembali menjalani aktivitas haram, penjualan narkoba. Kembali Ia dijatuhi hukuman tambahan sekitar 7 tahun, sehingga Ia dihukum 22 tahun kurungan.

Warga binaan ketiga yang masuk Islam adalah Loi, warga Suku Akit Desa Sonde. Loi ditangkap atas kasus pencurian dan diganjar hukuman kurungan 1 tahun 2 bulan. Setelah masuk Islam, Loi berganti nama menjadi Ahmad Alfarizi.

Kepala Lapas Wiwid mengungkapkan rasa syukurnya terhadap hidayah yang diberikan kepada 3 orang warga binaan. Kedepan ketiganya diharapkan giat belajar dan memperdalam ilmu agama Islam.

"Ini anugerah yang sangat besar, saya merinding ketika ketiganya mengucapkan dua kalimah syahadat. Mudah-mudahan ini bukan modus selama di dalam tahanan. Tolong teman-teman yang lain dituntun mereka yang baru masuk Islam ini," kata Wiwid sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Di tempat sama, Wakapolres Wawan mengingatkan warga binaan untuk tidak berkecil hati atas hukuman yang diterima. Kata Wawan, jadikan hukuman itu untuk memperbaiki diri. Warga binaan diminta untuk sering salat berjemaah, memperbanyak baca Alquran dan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.

"Bila perlu kosongkan rutan ini. Jangan berkecil hati, ini ajang untuk memperbaiki diri. Seringlah salat berjamaah, perbanyak baca Alquran," kata Wawan pula.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Fauzi mengungkapkan orang yang baru masuk Islam ini seperti bayi yang baru lahir. Namun, itu dilihat dari apa yang terniat dihatinya untuk memeluk agama Islam. "Belajarlah mengaji. Alquran ini mukjizat dari Allah, kita akan tenang dan hati kita sejuk ketika membacanya. Sekali bertaubat teruslah bertaubat. Kita doakan ketiga saudara kita ini Istikomah memeluk agama Islam," kata Fauzi.

Waktu itu, Yayasan Fitrah Madani membekali ketiganya dengan Alquran dan Buku Iqra agar ketiganya bisa belajar agama Islam dan belajar membaca Alquran. Usai mengucap dua kalimah syahadat, ketiganya dikhitan. ***

Editor:
Wawan Setiawan

Kategori : Meranti, Peristiwa
wwwwww