PotretNews.com Rabu 23 Januari 2019
Home > Berita > Inhu

Rombongan Gajah Liar dari Jambi Masuk Permukiman Warga di Batang Cenaku Kabupaten Inhu, Polisi Siapkan Tim Penghalau

Rombongan Gajah Liar dari Jambi Masuk Permukiman Warga di Batang Cenaku Kabupaten Inhu, Polisi Siapkan Tim Penghalau

Kawanan gajah liar memasuki kawasan perkebunan kelapa sawit.

Minggu, 16 Oktober 2016 10:52 WIB
RENGAT, POTRETNEWS.com – Kepolisian Resort (Polres) Indragiri Hulu (Inhu), di Provinsi Riau menurunkan tim untuk memantau dugaan perjalanan gajah liar yang memasuki permukiman penduduk di Kecamatan Batang Cenaku."Kami khawatir gajah bisa merusak tanaman dan mengganggu ketentraman warga setempat," Kata Kapolres Indragiri Hulu AKBP Abas Basuni di Rengat, Minggu (16/10/2016).

BERITA TERKAIT:

. Tersasar ke Permukiman, Gajah Liar dari Muara Tebo Jambi Resahkan Warga Desa Anaktalang Batang Cenaku Inhu

Abas mengatakan, ada beberapa warga yang menyampaikan terjadi perusakan tanaman milik penduduk yang diduga dilakukan gajah liar, sehingga diputuskan untuk menghalau gajah itu sebelum mengganggu masyarakat. Mamalia bertubuh besar itu diduga berasal dari kawasan konservasi satwa liar dari Kabupaten Muaro Tebo Provinsi Jambi.

Untuk melakukan evakusi terhadap gajah itu, direncanakan memakai sistem tembak bius oleh regu konservasi gajah Frankfurt Zoological Society yang berasal dari Muara Tebo berkordinasi dengan Polda Riau. "Gajah tidak boleh dibunuh," ucapnya seperti dilansir republika.co.id yang bersumber dari antara.

Kapolres juga menjelaskan, warga di daerah tersebut diminta tidak melakukan penembakan, selain itu senjata rakitan milih penduduk yang biasa digunakan untuk berburu kini sudah disita pihak kepolisian.

Kapolsek Batang Cenaku ,Iptu Arsad menjelaskan, senjata rakitan milik warga telah disita, sehingga satwa liar yang dilindungi oleh pemerintah itu diperkirakan akan aman dan bebas dari kemungkinan penembakan liar yang dapat mengancam keselamatannya. " Di wilayah Batang Cenaku masih banyak hewan liar yang dilindungi, yaitu gajah, harimau, rusa dan burung," ujarnya.

Menurut informasi gajah dari konservasi satwa liar dari Jambi tersebut sudah berada di wilayah Riau sejak 29 September 2016. Gajah tersebut sudah dipasangi alat pelacak satwa liar untuk memantau pergerakannya. "Evakuasi gajah itu dilakukan dengan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Kehutanan dan BKSDA," ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

wwwwww