Home > Berita > Riau

MTQ XXXV Provinsi Riau Ditutup, Pekanbaru Juara Umum setelah 8 Tahun ”Puasa” Gelar

MTQ XXXV Provinsi Riau Ditutup, Pekanbaru Juara Umum setelah 8 Tahun ”Puasa” Gelar

Suasana penutupan MTQ XXXV Provinsi Riau, malam tadi. Membelakangi lensa, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman (kanan) dan Wali Kota Pekanbaru H Firdaus (tengah).

Minggu, 16 Oktober 2016 07:20 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kota Pekanbaru berhasil meraih juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Provinsi Riau dengan perolehan nilai 52 mengalahkan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang menjadi juara umum tahun sebelumnya. Gelar juara diumumkan jelang penutupan MTQ XXXV, di Pekanbaru, Sabtu (15/10/2016) malam. Musabaqah ditutup secara langsung oleh Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. Turut terlihat hadir Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Nurendi, dan sejumlah pejabat tinggi yang ada di Provinsi Riau lainnya.

"Ini suatu keberhasilan yang didapat atas kerja keras selama ini, dan wajar sebab sebagai tuan rumah sudah melakukan persipan sejak dini," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Pekanbaru Idrus di Pekanbaru, Minggu (16/10/2016).

Menurut Idrus pihaknya sudah melakukan persiapan Traning Center (TC) sebanyak dua kali, selain itu memang Pekanbaru merupakan kota pelaksana MTQ pertama kali dibandingkan kabupaten se-Riau.

"Nanti para juara satu asal Pekanbaru akan mewakili Riau pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) di Kalimatan Utara," kata dia. Pekanbaru akan mengutus enam cabang sebagai perwakilan Riau di tingkat nasional yakni tilawah anak-anak putra, tilawah dewasa putra, hafiz, 30 jus putra, cacat netra putri, kaligrafi.

Pekanbaru dinyatakan meraih juara umum pada MTQ ke- 35 tingkat Provinsi Riau dengan peraihan poin 52. Juara dua diraih Kabupaten Kampar dengan nilai 48 diikuti Kabupaten Siak dengan nilai 44.

Dijumpai di tempat yang sama Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengakui bangga karena ini adalah buah lima tahun program Magrib Mengaji yang dicanangkan di masyarakat. "Alhamdulilah walau diguyur hujan minat dan semangat masyarakat tetap tinggi," katanya seperti dilansir antaranews.com.

Ia mengaku MTQ tahun ini dilakukan lebih baik karena sudah menggunakan sistem elektronik. "Seleksinya sudah dimulai dengan elekronik ini suatu hal kemajuan, walau salah satu daerah ada yang tidak terima, tetapi kita harus berubah," sebutnya.

Menurut dia upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ dikarenakan ini bukan ajang juara-juaran. Selain juga untuk menghindari adanya qori-qoriah sewaan.

"Alhamdulilah tahun ini Pekanbaru bisa meraih juara umum. Ini suatu kehormatan bagi masyarakat buah lima tahun ini," tegasnya. Sekadar informasi Pekanbaru terakhir raih juara umum tahun 2008. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Riau, Pekanbaru, Peristiwa
wwwwww