PotretNews.com Selasa 28 Maret 2017
Home >  Berita >  Rohil

Jembatan Pedamaran Diresmikan, Masyarakat 3 Kecamatan di Rohil Tak Lagi Merasa Jadi ”Warga Kelas Dua”

Jembatan Pedamaran Diresmikan, Masyarakat 3 Kecamatan di Rohil Tak Lagi Merasa Jadi ”Warga Kelas Dua”

Disaksikan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Bupati Rokan Hilir Suyatno memotong pita tanda peresmian Jembatan Pedamaran I dan II.

Minggu, 04 September 2016 20:39 WIB
Jaka Abdillah
BAGANSIAPIAPI, POTRETNEWS.com - Masyarakat Kecamatan Kubu, Pekaitan dan Pasir Limaukapas di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau kini tak tak lagi menjadi ”warga kelas dua atau tiga”.Betapa tidak, sejak diresmikannya Jembatan Pedamaran I dan II pada Senin (20/6/2016) masyarakat yang berada di 3 kecamatan ini sudah merasakan manfaat atas keberadaan jembatan itu untuk mempermudah akses menuju ke Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir di Bagansiapiapi.

Untuk diketahui, Jembatan Pedamaran I dengan panjang 1.070 meter dan jembatan pedamaran II sepanjang 1.480 meter masih berdiri kokoh membentang di atas Sungai Rokan di Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Bupati Rokan Hilir Suyatno AMp mengatakan, akses yang selama ini menjadi hambatan masyarakat untuk memobilisasi sumber daya alam di daerahnya, sudah terbuka dan jarak tempuh juga bisa dipersingkat.

Ads
''Melalui jembatan ini, kita bisa menuju ke Dumai, Kubu, Sungai Daun, Penipahan dan Sumatera Utara dengan waktu yang sangat singkat dari biasanya. Coba bayangkan, dari Bagansiapiapi menuju Sumatera Utara bisa ditempuh hanya dalam waktu dua jam,'' kata Suyatno.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/29082016/potretnewscom_nl6qs_543.jpg
Jembatan Pedamaran, ikon baru Kabupaten Rokan Hilir.

Daerah pesisir yang berada di pinggiran Sungai Rokan, kata Suyatno, juga akan bebas dari keterisoliran. Jarak tempuh ke Bagansiapiapi bagi warga yang berada di pesisir sungai, sebelumnya menggunakan pompong (perahu berat dibawah 3 ton). Hampir tiap tahun terjadi kemalangan karena dihantam kerasnya bono yang melewati dipesisir sungai Rokan .

''Kita tidak menginginkan kejadian itu terulang kembali, maka perlu dibangun jembatan,'' ucapnya.

Bupati bercerita, kehidupan masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Rokan sangat memprihatikan. Tertutupnya akses jalan serta jarak tempuh yang sangat jauh, membuat komunikasi serta sumber daya alam hanya berputar ditempat itu saja.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/29082016/potretnewscom_9jzff_542.jpg
Foto bersama Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman (kemeja putih) dengan Bupati Suyatno, Wakil Bupati Jamiludin, Ketua DPRD Rokan Hilir Nasrudin Hasan, Plt Sekda Surya Arfan dan petinggi militer usai peresmian peresmian Jembatan Pedamaran I dan II, Senin (20/6/2016).

Dicontohkan, masyarakat di Sungai Daun, Kubu, dan Pasir Limaukapas. Wilayah yang sulit dijangkau juga rentan akan terjadinya perdagangan narkoba dan masuknya teroris di Rokan Hilir.

''Kemarin jaringan Nurdin M Top sudah masuk di wilayah Rohil. Itu merupakan salah satu penyebab terbatasnya akses ke desa terpencil sehingga memudahkan teroris menyelinap di daerah ini,'' tuturnya.

Suyatno menyebutkan, masyarakat tidak perlu ragu dengan kekuatan kontruksi jembatan. Selain ditopang dengan kabel stayed, jembatan ini juga sudah diuji dengan kendaraan pengangkut aspal dengan berat mencapai 100 ton.

''Ternyata tidak berpengaruh terhadap ayunan jembatan. Kabel itu akan mengikuti seirama dengan beban yang lewat karena di sana terdapat empat plant (peralatan instalasi, red) untuk menahan berat beban yang lewat,” ujar bupati. (adv)

loading...
www www