PotretNews.com Minggu 27 Mei 2018
Home > Berita > Siak

Proyek Disdikbud Siak Senilai Ratusan Juta Rupiah Terbengkalai 6 Tahun, Sekarang Jadi Sarang Tikus dan Kampret

Proyek Disdikbud Siak Senilai Ratusan Juta Rupiah Terbengkalai 6 Tahun, Sekarang Jadi Sarang Tikus dan Kampret

Proyek gedung sekolah bertingkat di Lubukdalam terbengkalai 6 tahun dan sekarang jadi sarang tikus.

Sabtu, 03 September 2016 13:15 WIB
LUBUKDALAM, POTRETNEWS.com - Bangunan gedung bertingkat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Lubukdalam Kabupaten Siak Provinsi Riau, yang konon dibangun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui APBD tahun 2010, sampai hari ini kondisinya masih terlihat terbengkalai.Pantauan di lapangan, saat ini bagian fisik pada bangunan gedung tersebut sudah banyak yang mengalami kerusakan. Yakni pada bagian lantai dan dindingnya sudah terlihat sedikit pecah-pecah. Dan yang lebih menyedihkan lagi, bangunan itu saat ini menjadi tempat bersarang puluhan ekor tikus dan kampret (kelelawar, red).

Berdasarkan informasi dan keterangan dari masyarakat sekitar, gedung tersebut merupakan proyek putus kontrak yang dikerjakan oleh Kontraktor pada tahun 2010 lalu di bawah nauangan Satker Disdikbud Siak. Namun, sangat disayangkan pembangunan gedung itu tidak dilanjutkan oleh instansi terkait pada tahun-tahun berikutnya.

“Gedung bertingkat yang katanya akan digunakan untuk ruang kelas SD 01 Lubukdalam itu, sudah 6 tahun terbengkalai, dan sampai hari ini belum ada kabar kapan pembangunannya akan dilanjutkan,” ujar salah seorang warga, Senin (29/8/2016).

Ads
Atas informasi tersebut, awak media berupaya mencari kebenaran tentang status gedung sekolah yang telah menelan biaya mencapai ratusan juta rupiah itu. Dan didapati penjelasan dari mantan Kepala Disdikbud Siak H Arfan Usman, bahwasanya sampai tahun ini gedung itu memang belum dilanjutkan pembangunannya oleh Disdikbud Siak.

“Berdasarkan kontrak Nomor 94/Disdik/IX/2010 tertanggal 14 September tahun 2010, dan berdasarkan amandemen 1 Disdik Tanggal 01 November 2010, Pada Pasal 10 tentang sanksi Ayat (1) poin A,B,D,F, maka pekerjaan Ruang Kelas Baru (RKB) bertingkat 6 lokal USB di Kecamatan Lubukdalam itu dilakukan pemutusan kontrak pekerjaan. Dan kami bayarkan ketika itu sesuai progress pekerjaan, dengan melakukan sita jaminan perusahaan Nomor 540/2010/B tanggal 9 September 2010 pada Bank Riau Cabang Selatpanjang,” terang Arfan Usman.

Dikatakannya juga, selang beberapa lama setelah terputusnya pekerjaan pembangunan gedung SD di Kecamatan Lubukdalam itu, terjadi pergantian Kepala Dinas di Disdikbud Siak. Sehingga proyek pembangunan gedung SD bertingkat itu tidak bisa ia berlanjut.

“Berikutnya pada APBD-P tahun 2011, saya ajukan kembali anggaran penyempurnaan pembangunan gedung itu, dan anggarannya disahkan. Tapi tidak bisa saya laksanakan, sehubungan saya tidak lagi menjabat selaku Kepala Disdikbud Siak,” imbuhnya.

Saat ditanya, berapa besar anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan gedung bertingkat yang terbengkalai tersebut, Mantan Kepala Disdikbud Siak itu terkesan enggan untuk menjelaskan secara rinci. Dan seingat beliau anggarannya hanya sekitar Rp400 juta lebih.

“Kalau tak salah saya, harga proyek itu sekitar Rp480 juta, yang mengerjakannya adalah CV Mandiri Lestari dengan penawaran terendahnya. Dan baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa Disdikbud Siak ingin melanjutkan pembangunan gedung itu, tetapi terlebih dahulu menghitung ulang biaya dengan tim independen (tim Akademis, red), karena perubahan harga yang tidak sesuai dengan dana pengajuan tahun 2011, akibat kenaikan Harga Patokan Setempat (HPS) dari tahun 2011 ke 2016,” ujarnya.

Hingga diterbitkan, berita yang mengutip dari media siber infosiak.com ini belum terkonfirmasi dengan pihak mana pun. ***

Editor:
Wawan Setiawan

loading...
Kategori : Siak, Umum, Pemerintahan
Pesona Siak
wwwwww