Minta Rokok Tak Dikasih, Siswa SMP Marah-marah dan Tancapkan Parang ke Pintu Warung di Rumbai
![]() |
ilustrasi |
Sore itu, warung dijaga Ek (17), rekan sekaligus tetangga Ra di Jalan Nelayan, Sri Meranti, Rumbai, Pekanbaru. Tak terima warung kakaknya ditancap parang, Ek pun mengadukan dugaan pengancaman tersebut.
Agar persoalan tak semakin meruncing, Bhabinkamtibmas Sri Meranti Aiptu Sahat memanggil kedua belah pihak yang bertikai. "Kejadian itu diselesaikan secara damai,” sebut Wakapolresta Pekanbaru AKBP Ady Wibowo SIK saat dikonfirmasi, Ahad (26/6) melalui Kasubbag Humas Ipda Letman Zainudin SH.
Hari itu juga, Ra dipanggil dan dibawa ke Pos Bhabinkamtibmas Sri Meranti. Alasannya menancap parang di warung yang terletak di simpang Jalan Nelayan, Sri Meranti, Rumbai itu dipertanyakan.
"Masalahnya sepele. Dari hasil pemeriksaan, Ra mengaku kesal dengan temannya Ek lantaran tidak diberi rokok," lanjut Letman.
Letman yang merupakan mantan Bhabinkamtibmas Sidomulyo Timur ini menambahkan, keluarga kedua belah pihak juga dipanggil. Mereka pun sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Kedua pihak sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani. Turut menyaksikan perangkat RT setempat,” beber Letman.
Problem solving, urai Letman, merupakan suatu pendekatan proses mental dan intelektual dalam menemukan dan memecahkan masalah berdasarkan data serta informasi yang akurat. Sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat di luar ranah hukum.
“Semoga teknik seperti ini dapat menekan angka anak berurusan dengan hukum. Semoga kedua pihak bisa hidup berdampingan dengan tetangga secara rukun,” pungkas Letman.***
editor: wawan s
sumber: pekanbarumx.co

























