PotretNews.com Selasa 20 November 2018
Home > Berita > Rohul

Jembatan Sungai Mentawai di Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Tidak Kunjung Dibangun

Jembatan Sungai Mentawai di Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Tidak Kunjung Dibangun

ANGKUT MOTOR: Warga mengangkut kendaraan menggunakan sampan untuk menyeberangi Sungai Mentawai di Rokan IV Koto, Selasa (21/6/2016).

Kamis, 23 Juni 2016 10:27 WIB
PASIRPENGARAIAN, POTRETNEWS.com - Ruas jalan provinsi di Kecamatan Rokan IV Koto mulai dari Desa CipangKiri Hilir-Cipangkiri Hulu-Desa Tibawan-Desa Cipang Kanan hingga perbatasan Rokan Hulu Provinsi Riau-Sumatera Barat sampai sekarang tidak dapat ditempuh oleh kendaraan roda empat.Kondisi itu setelah ambruknya Jembatan Sungai Mentawai yang berada di Desa Cipangkiri Hilir Km 16 Kecamatan Rokan IV Koto karena diseret air sungai 7 Februari lalu.

Sehingga kendaraan bermotor baik truk Colt Diesel yang mengangkut sembako dan hasil perkebunan masyarakat di empat desa yang ada di Kecamatan Rokan IV Koto tidak bisa menyeberang.

Karena belum dibangunnya Jembatan Sungai Mentawai yang menjadi kewenangan Provinsi Riau akibat ambruk diterjang derasnya air sungai, memberikan dampak terhadap melonjaknya kebutuhan transportasi dan sembako di daerah tersebut.

Ads
‘’Sekarang kondisi Jembatan Mentawai itu sudah tidak ada lagi rangka dan pondasinya, karena diterjang banjir awal Februari lalu.

Sekarang masyarakat untuk bisa keluar dari rumah menuju ibu kota Kecamatan Rokan IV Koto harus menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan atau perahu milik swadaya masyarakat,’’ kata Camat Rokan IV Koto Drs Agustar MSi, Selasa (21/6/2016), terkait tindak lanjut ambruknya Jembatan Sungai Mentawai di Kecamatan Rokan IV Koto, dia mengaku, sejak Jembatan Mentawai ambruk diseret banjir, masyarakat sangat mengeluh dan merasa kesulitan karena tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut kebutuhan sembako dan hasil pertanian dan perkebunan.

‘’Kalau menyeberangi sungai menuju Ibu Kota Kecamatan Rokan IV Koto, masyarakat dikenakan jasa transportasi penyeberangan sungai dengan harga cukup mahal, sehingga berdampak melonjaknya harga kebutuhan pokok di empat desa,’’ jelasnya.

Agustar menjelaskan, untuk kendaraan roda dua, sekali menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan, harus mengeluarkan uang sebesar Rp10 ribu per kendaraan apabila air sungai normal.

Tapi jika air sungai tinggi dan deras, untuk kendaraan yang diangkut menggunakan sampan dikenakan biaya Rp75 ribu sampai 100 ribu per kendaraan.

Agustar menegaskan, pembangunan Jembatan Mentawai sudah direncanakan Pemerintah Provinsi Riau pada 2016, tidak menggunakan dana tanggap darurat rekonstruksi setelah bencana.

‘’Untuk pembangunan fisik jembatan dari informasi Dinas PU Riau, dananya sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau pada tahun ini. Pelaksanaannya harus menunggu selesainya DED,’’ ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Sumber:
Riaupos.co

Kategori : Rohul, Umum
wwwwww