Darurat Asap, Libur Sekolah di Pekanbaru Sudah 28 Hari, Pekan Depan Sekolah 2 Kali Seminggu

Darurat Asap, Libur Sekolah di Pekanbaru Sudah 28 Hari, Pekan Depan Sekolah 2 Kali Seminggu

Ilustrasi

Jum'at, 02 Oktober 2015 16:34 WIB
.
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Akibat kabut asap berkepanjangan di Riau, sampai Jumat (2/10), libur sekolah di Kota Pekanbaru telah memasuki hari ke-28. Kondisi itu sangat merugikan dunia pendidikan, sehingga otoritas pendidikan Riau segera mengambil terobosan membuka sekolah selama dua sampai tiga kali sepekan dengan berbagai penyesuaian atau modifikasi.


"Mulai Senin depan, kami akan melakukan penyesuaian sekolah yang akan dimulai di Kota Pekanbaru sebagai pilot project. Untuk langkah pertama sekolah dibuka dua kali sepekan. Apabila kesiapan sekolah dan guru semakin baik, akan ditingkatkan menjadi tiga kali sepekan dan dilakukan di seluruh sekolah di Riau," kata Kamsol, Kepala Dinas Pendidikan Riau yang dihubungi di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Kamsol, penyesuaian yang bakal dilakukan sekolah adalah mengubah pola pengajaran yang dilakukan guru. Apabila dalam kondisi normal seorang guru menjelaskan pelajaran di depan kelas, dalam kondisi bencana asap, satu kelas dapat diisi oleh dua sampai empat guru sekaligus. Guru-guru itu akan memberikan modul pelajaran kepada murid untuk dikerjakan.

"Apabila murid memerlukan penjelasan, guru akan membantu untuk memudahkan penyerapan materinya. Pola ini sebenarnya merupakan metoda belajar pada masa lalu," kata Kamsol.

Persyaratan lainnya, murid-murid diminta memakai masker dalam kelas dengan pengawasan guru. Adapun pihak puskesmas kecamatan diminta melakukan patroli kesehatan dengan mobil keliling untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan murid yang sekolah di tengah asap.

Menurut Kamsol, libur panjang tidak terjadwal berdasarkan kajian psikologi juga membuat kejiwaan anak didik terganggu. Oleh karena itu, kegiatan sekolah harus dilaksanakan dengan berbagai modifikasi untuk meringankan dampak kesehatan.
Bagaimana pun, dalam kondisi dikelilingi asap, di rumah ataupun sekolah, murid-murid tetap akan terpapar asap.

Cara Luar Biasa

Mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Pekanbaru, Jakiman, mengungkapkan, upaya sekolah menghadapi bencana asap memang harus diatasi dengan cara luar biasa. Diperlukan semangat lebih, perhatian lebih, sinergi murid dan orangtua, dan upaya yang lebih besar.

Bahkan, dinas pendidikan yang mewakili pemerintah mesti membuat regulasi permanen tentang kegiatan sekolah diwaktu bencana asap.
(***)
Sumber:kompas.com
wwwwww