Ibu Ini Bingung karena tanpa Pemberitahuan Bayinya Dievakuasi ke Kantor Wali Kota Pekanbaru, Sementara Anaknya yang Tinggal di Rumah Lagi Sakit

Ibu Ini Bingung karena tanpa Pemberitahuan Bayinya Dievakuasi ke Kantor Wali Kota Pekanbaru, Sementara Anaknya yang Tinggal di Rumah Lagi Sakit

Andam Dewi bersama bayinya.

Kamis, 01 Oktober 2015 07:30 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Pemerintah Kota Pekanbaru menyediakan posko evakuasi untuk bayi korban asap. Tapi anehnya seorang ibu tak tahu bayinya akan dievakuasi.


Marwah, bayi perempuan usia 6 bulan, kini berada di ruangan evakuasi untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan di lantai tiga Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (30/9/2015). Ukuran ruangan evakuasi bayi ini sekitar 3m x 5m. Ruangan panas, karena 4 AC yang ada hanya satu yang hidup selebihnya kondisi rusak. Ibu Marwah, Andam Dewi (36), saat ditemui detikcom terlihat bingung. Ternyata ibu tiga orang anak ini tak tahu kalau bayinya akan dievakuasi ke kantor wali kota.

"Tadi pagi saya didatangi pihak kelurahan, katanya ada pemeriksaan kesehatan bayi agar tidak sakit kena asap. Jadi saya ikut saja," kata Dewi seperti dikutip potretnews.com dari detikcom.

Perempuan berjilbab ini mengaku sama sekali tak menyangka kalau dia bersama bayinya dievakuasi karena asap. Saat dijemput pihak kelurahan, tidak ada penjelasan kalau akan dievakuasi. Sehingga dia pergi tanpa membawa perbekalan. Dia menyangka awalnya bayinya hanya akan dikasih vitamin di puskesmas. Tak menyangka kalau malah dievakuasi.

Ibu warga Kecamatan Rumbai Pesisir ini, sekitar pukul 09.00 WIB sampai di lokasi posko. Jarak Kecamatan Rumbai Pesisir ke Kantor Wali Kota sekitar 8 km.

"Saya tak bawa bekal apapun, tak bawa ganti baju anak saya termasuk baju saya. Tak bawa susu anak. Saya kira tadi mau dikasih vitamin, kalau dievakuasi saya jelas tak mau," kata Ibu Marwah.

Tiga jam setelah di tempat evakuasi, ibu ini mengaku suaminya kebingungan mencari. Si suami juga tidak tahu jika anak istrinya dibawa ke posko evakuasi.

"Suami saya bingung sekarang mencari-cari saya. Karena suami saya juga tak tahu kalau kami dievakuasi," kata Dewi.

Dewi menjelaskan ke suami bahwa dirinya dievakuasi. Untuk meyakinkan benar apa tidak Dewi dan anaknya dievakuasi, pihak keluarga mengutus salah seorang untuk mengecek langsung.

"Saya benar-benar tidak tahu kalau mau dievakuasi. Pihak keluarga sudah minta saya pulang, karena memang saya sendiri pun tak tahu kalau akan seperti ini," tutur Dewi.

Dewi bertambah bingung, karena dua anaknya di rumah justru belum makan. "Anak saya di rumah ada yang demam, mereka belum makan siang. Siapa yang mau mengurus anak saya di rumah, siapa yang masakkan mereka. Saya bingung, saya mau pulang saja, tak mungkin pisah dengan suami dan anak-anak saya," kata Dewi.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Pekanbaru sejak kemarin telah membuka posko evakuasi untuk bayi. Hingga hari ini hanya ada dua keluarga yang membawa bayinya ke posko. Keluarga Dewi dan keluarga Sumardi (25) yang membawa dua bayinya. ***

(Akham Sophian)
Sumber:Detik.com
wwwwww