PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018

Danau Janda Gatal di Rohil, Kok Bisa Sih Namanya seperti Itu?

Danau Janda Gatal di Rohil, Kok Bisa Sih Namanya seperti Itu?

Danau Janda Gatal yang akan dikeruk dan dijadikan tempat wisata di Rohil.

Selasa, 01 Desember 2015 22:19 WIB
BAGANSIAPIAPI, POTRETNEWS.com - Tidak hanya nama orang yang unik. Tempat wisata pun ada yang terdengar unik. Seperti di Rokan Hilir, Provinsi Riau, ada lokasi yang tengah dikembangkan jadi tempat wisata. Namanya: Danau Janda Gatal.Danau ini terletak di Kecamatan Bangko. Karena menjadi salah satu penghasil ikan air tawar, danau Janda Gatal banyak dikunjungi para pemancing.

Dengan luas sekitar 13 hektar, danau ini mulai mendapat perhatian pemerintah daerah. Bahkan Pemkab Rohil akan mengusulkan anggaran pengembangan lokasi tersebut sebesar Rp20 miliar.''Sejarah danau ini sudah melegenda di masyarakat dan kalau dikembangkan menjadi obyek pariwisata pemancingan, pasti akan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar danau yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan,'' kata Bupati Rohil, Suyatno saat meninjau lokasi danau Janda Gatal, beberapa waktu lalu.

Kepala Dispora Rohil, Zulkarnain, bahkan mengatakan nantinya danau Janda Gatal akan menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke kota Bagansiapiapi. Saat ini katanya, pembuatan kawasan danau Janda Gatal itu sudah dimasukkan dalam APBD Rohil tahun 2016. Bahkan, Detail Enginering Desaind (DED) juga sudah selesai dibuatkan.

Ads
''Nanti pinggir danau dikeruk. Lalu dibuatkan jembatan-jembatan yang menghubungkan antara titik danau,'' jelasnya. Dari berbagai referensi dan cerita turun temurun, dulunya danau Janda Gatal ini lebih dikenal sebagai danau gatal. Karena meski berjenis air tawar, tak bisa digunakan buat mandi masyarakat sekitar. Aktivitas apapun yang bersentuhan dengan air danau, akan menyebabkan tubuh menjadi gatal-gatal.

Banyak versi cerita di masyarakat, mengenai penyebab air tawar itu menjadi gatal. Ada yang menyebut karena banyak pohon keladi di sekitar danau. Ada pula cerita soal ulat bulu yang banyak berjatuhan ke dalam danau.

Semua cerita itu simpang siur di tengah masyarakat tempatan. Nah, mulai dikasi sebutan danau Janda Gatal ketika masyarakat mempercayai, bahwa dulu di sekitar lokasi itu banyak perempuan yang harus hidup menjanda.

Alkisah, pada suatu hari si janda itu membasuh tangan, kaki dan mukanya dengan menggunakan air danau, karena persediaan air bersihnya sudah habis. Seketika terkena air danau, si janda berteriak histeris merasakan gatal tak terhingga. Sejak itulah muncul sebutan danau Janda Gatal.

Soal benar atau tidaknya kisah itu, Wallahualam. Yang jelas, lokasi danau Janda Gatal setiap hari kini mulai ramai dikunjungi masyarakat. Terutama bagi para pemancing ikan air tawar. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, mancing Janda Gatal, eh di Danau Janda Gatal. ***

loading...
(Wawan Setiawan)
Kategori : Wisata
Sumber:Jpnn.com
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww