PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018

Mengintip Eksotisnya Kota Siak Sri Indrapura di Riau

Mengintip Eksotisnya Kota Siak Sri Indrapura di Riau

Jembatan memasuki Kota Siak Sri Indrapura.

Senin, 02 November 2015 03:11 WIB
SIAK SRI INDRAPURA, POTRETNEWS.com - Provinsi Riau mempunyai banyak kekayaan alam dan budayanya. Saat ini Riau dikenal sebagai Kepulauan Riau dan Riau Daratan. Kali ini kita akan berkeliling Siak Indrapura dan sekitarnya untuk berburu foto alam, budaya dan arsitektur Melayu.Siak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang dulunya merupakan pusat kesultanan Islam terbesar di Riau yaitu Siak Sri Indrapura. Warisan kebesarannya pun hingga kini masih nampak di berbagai sudut kota. Sejarahnya yang panjang telah meninggalkan warisan peradaban Melayu yang mengagumkan dan pantas dibanggakan Indonesia.

Untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3-4 jam dari kota Pekanbaru. Kabupaten Siak Riau ini memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh penduduk Siak.

Yang terkenal yaitu Istana Siak Sri Indrapura saat ini istana ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dirawat, ketika saya berkeliling di dalamnya harus saya akui Museum Istana Siak ini sangat dirawat dengan baik dan di dalamnya pun masih banyak barang peninggalan sultan.

Ads
Untuk dapat melihat bangunan-bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki juga sebagai "Istana Matahari Timur", jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Di Siak Riau terdapat Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia.

Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa.

Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia.

Jembatan Siak

Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter di sebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura. Jembatan ini merupakan ikon dari Kabupaten Siak. Jembatan ini sangat megah dan bagus untuk difoto. Jembatan tersebut dibuat tahun 1899. Di bawah jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai parit pertahanan kompleks istana.

Udang Galah dan Durian Siak

Jika sudah sampai di Siak, sangat direkomendasikan untuk mencoba kuliner udang galahnya yang tersohor. Kita bisa banyak menemui udang galah ini di restoran atau Warung Melayu. Sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu karena yang memakan dan yang menjual udang galah tidak banyak.

Mencoba rasa udang galah siak ini memang sangat spesial, selain ukurannya yang sangat besar juga sangat fresh. Harganya pun lebih murah dibandingkan membeli di Jakarta. Untuk udang sekepal tangan saya harganya mencapai Rp 50.000.

Kalau sudah makan hidangan utama pasti ada pencuci mulutnya, ya cobalah durian siak setelah menyantap udang galah. Durian siak ini juga sangat spesial. Bahkan saya bisa bilang durian siak ini durian yang paling enak dibandingkan durian di Pekanbaru. Durian ini bisa kita jumpai di sepanjang jalan sebelum memasuki Kota Siak.

Mesjid Syahabuddin

Merupakan mesjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21,6 X 18, 5 m. Bangunan mesjid telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan bentuk aslinya.

Makam Sultan Syarif Kasim II

Terletak di belakang Mesjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II (Sultan terakhir) yang mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm, lebar 153 cm, dan tinggi 110 cm. Nisannya dari kayu berukir motif suluran–suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan kelopak bunga teratai. ***

loading...
(Akham Sophian)
Kategori : Wisata
Sumber:Kompas.com
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww