PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018

Kabut Asap, Netizen Galang Dana Rp 100 Juta via KitaBisa.com

Kabut Asap, Netizen Galang Dana Rp 100 Juta via KitaBisa.com

Pelajar mengenakan masker di MTs An Nur, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Anak-anak terutama bayi berumur di bawah lima tahun paling rentan terkena dampak kabut asap karena pada umur tersebut saluran nafas belum terbentuk sempurna. (foto:

Sabtu, 10 Oktober 2015 06:54 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Netizen melakukan penggalangan dana melalui situs Kitabisa.com/melawanasap. Fuadiyah Kamil, PR & Communication Officer KitaBisa.com, mengatakan telah melakukan 15 aksi penggalangan dana."Keprihatinan akan bahaya akibat kabut asap inilah yang menggerakkan para netizen untuk membantu," kata Diyah dalam siaran persnya, Jumat, 9 Oktober 2015.

Dalam situs KitaBisa.com, tercatat 15 aksi penggalangan dana itu untuk membantu korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Hingga 8 Oktober 2015, Diyah menyebutkan dana yang terkumpul dari ratusan donatur mencapai Rp 101.823.987.

Diyah menuturkan, dana yang dikumpulkan mayoritas untuk pembelian masker N95 dan tabung oksigen. Tak hanya dana, netizen juga mengumpulkan obat-obatan bagi warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ada juga yang berinisiatif memberikan tanaman Sansiviera, yang mampu membersihkan polutan dan menghasilkan oksigen; serta mengupayakan pembangunan The Smog Free Tower, yaitu satu alat berbentuk tower yang berfungsi untuk menyaring udara kotor menjadi udara bersih.

Ads
Menurut Diyah, bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak bisa dianggap sepele. Sebab, bencana tersebut telah memakan korban jiwa. Rata-rata yang menjadi korban adalah anak-anak usia balita. Diyah berpendapat, upaya pemerintah menanggulangi kabut asap hanya dengan memberikan masker dan meminta masyarakat tidak ke luar rumah itu tidak cukup. Sebab, masker yang diberikan tak bisa membendung serangan gas-gas berbahaya yang terkandung dalam asap itu.

"Ketika bahaya kabut asap ini semakin gawat, apa yang bisa kita lakukan? Publik bisa membantu, tentu saja. Misalnya dengan turut memberikan donasi melalui Kitabisa.com/melawanasap," tutur Diyah.

Jenny Jusuf, penulis, ikut bergabung dalam gerakan KitaBisa ini. Ia juga yang menggagas pengumpulan masker N95 dan tabung oksigen. “Saya membaca berita tentang Hanum, anak SD di Riau yang meninggal akibat kesulitan bernapas. Saya pikir, ini saatnya bertindak,” ujarnya. ***

loading...
(Farid Mansyur)
Kategori : Teknomotif
Sumber:Tempo.co
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww