PotretNews.com Selasa 20 November 2018

Jenderal Ini Pernah Hentikan Aktivitas Judi dan Tolak ”Upeti” Rp250 Juta per Malam saat Bertugas di Sumut

Jenderal Ini Pernah Hentikan Aktivitas Judi dan Tolak ”Upeti” Rp250 Juta per Malam saat Bertugas di Sumut

Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi ketika menjadi Inspektur Upacara Sertijab Pangdivif-1 Kostrad dari Mayjen TNI Lodewyk Pusung kepada Brigjen TNI Sudirman di Cilodong, Depok, beberapa waktu lalu. (foto: republika.co.id)

Senin, 09 November 2015 12:33 WIB
MEDAN, POTRETNEWS.com - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi mengaku pernah ditawari uang sejumlah Rp 250 juta per malam oleh bandar judi di Belawan, melalui seseorang yang datang ke rumahnya.Namun, oleh Edy yang ketika itu menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan, tawaran yang oleh sebagian orang menggiurkan dan menggoyahkan iman, dengan mantap ditolaknya. "Pertama saya ditawari Rp 50 juta per malam, karena ditolak kemudian ditambah menjadi Rp 100 juta dan akhirnya menjadi Rp 250 juta. Lalu saya bilang, kurang. Mungkin orang yang datang itu menghitung cost terlalu tinggi sehingga akhirnya tak pernah datang lagi ke rumah saya," ungkap saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumut dari lintas profesi, beberapa waktu lalu.

Menurut Edy Rahmayadi, ketika dia bertanya kepada Kapolres Pelabuhan Belawan (ketika itu dijabat AKBP Aswin Sipayung) apakah di Belawan ada permainan judi, dengan bangganya kapolres itu menjawab; ada! Lantas, Edy Rahmayadi minta supaya permainan judi yang meresahkan masyarakat itu dihentikan dan ternyata bisa dihentikannya.

"Berarti dia yang punya judi karena dapat dihentikan dan dapat dibuka kembali. Menertibkan judi di Belawan itu sebenarnya haknya Kapolres Pelabuhan Belawan, tapi karena kapolres tak mengambil haknya maka saya ambillah haknya itu," kata Edy Rahmayadi disambut tawa hadirin.

Ads
Mungkin, imbuh mantan Dan Yon Linud 100/PS itu, karena situasi di lapangan akhirnya Kapolres Pelabuhan Belawan beranggapan judi tersebut dibiarkan saja.

"Kenapa kita tidak berani? Pejabat seperti itu akan dituntut kelak. Tapi karena Belawan masuk wilayah territorial saya, siapa pun yang meminta bantuan kepada saya maka saya siap membantu dalam arti sebenarnya," tegas Edy Rahmayadi sebagaimana dikutip potretnews.com dari medanbisnisdaily.com.

Dalam acara silaturahmi itu, dia mengajak semua elemen masyarakat yang hadir mau membahas serta mencari solusi untuk kemanan-ketertiban Pelabuhan Belawan dan yang merugikan masyarakat.

Dirinya, kata dia, akan coba menghentikan dan bahkan meniadakan segala yang tak benar yang menganggu ketertiban masyarakat. Dia juga berjanji akan menghentikan "permainan" CPO di Pelabuhan Belawan yang dilakukan sejumlah oknum.

"Kalau bulan depan kegiatan tersebut belum juga dihentikan, saya yang akan menghentikannya. Kalau tidak percaya, lihat sajalah," ujar Edy Rahmayadi.

Sebelum mengakhiri arahannya, Edy Rahmayadi (saat menjadi Pangdam I BB Mayjen TNI) memohon maaf karena telah mencampuri urusan rumah tangga Belawan. "Saya mohon izin campur tangan karena Belawan termasuk wilayah teritorial saya. Sebelum saya campur tangan, bagi yang merasa tidak punya, tolong tinggalkan daerah ini. Yang merasa punya, hentikan kepunyaan itu," tandasnya. ***

BIODATA

Laman wikipedia.org menulis, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi (lahir di Sabang, Aceh, 10 Maret 1961; umur 54 tahun) adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat[1] yang berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015 ditugaskan menjadi Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD.

Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi, lulusan Akademi Militer tahun 1985[3] berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan.

Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi anak dari alm Kapten TNI Rachman Ishaq, penduduk asli Kota Medan bersuku Melayu Deli. Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

PENDIDIKAN MILITER

Akabri (1985)
Sussarcab Inf (1985)
Selapa/Inf. (1992)
Selapa II/Inf (1995)
Seskoad (1998)
Lemhannas (2011)

RIWAYAT JABATAN
Danton di jajaran Kopassus (1985)
Danton Kostrad (1985)
Danton Yonif 321 Kostrad (1985)
Danton Yonif 323 Kostrad (1986)
Danton Yonif 2/A 323 Kostrad (1987)
Danton I/B Yonif 323 Kostrad (1988)
Dankipan B Yonif 323 Kostrad (1989)
Dankipan A Yonif 323 Kostrad (1993)
Kasi Ops dan Org Bagsis (1995)
Ps. Pbdy Lat Kodam I/BB (1998)
Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan (1998)
Kasi Ops Rem 031/WIrabraja, Kodam Bukit Barisan (2001)
Kasi Ops Rem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda (2001)
Komandan Kodim 0316/Batam, Kodam I/Bukit Barisan (2002)
Kepala Staf Korem 031/Wirabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2004)
Pabandya-3/Banglarsat, Paban III/Binorg, Sopsad (2006)
Dosen Gol. IV Seskoad (2007)
Patun Seskoad (2007)
Asops Kasdam Iskandar Muda (2008)
Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (2010)
Pamen Denma Mabesad (2011)
Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Kodam XVII/Cendrawasih (2012)
Direktur Pemantapan Semangat Bela Negara, Deputi Bidang Pemantapan Nilai Kebangsaan, Lemhannas RI (2013)
Panglima Divisi Infanteri I, Kostrad (2014)
Panglima Kodam I/Bukit Barisan (2015)[4].
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (2015). ***

Editor:
Mario Abdillah Khair

Kategori : Profil
wwwwww