PotretNews.com Jum'at 21 September 2018

Kisah Instrumen Musik ”Komet” Buatan Jerman Tahun 1800-an di Istana Siak, yang Tinggal Satu di Dunia!

Kisah Instrumen Musik ”Komet” Buatan Jerman Tahun 1800-an di Istana Siak, yang Tinggal Satu di Dunia!

Gramofon merk Komet asli Jerman. (foto: tvsoax.blogspot.com)

Minggu, 29 November 2015 03:57 WIB
SIAK, POTRETNEWS.com - Istana Siak, Kota Siak Sri Indrapura, Riau didalamnya banyak terdapat benda-benda klasik bersejarah. Salah satunya terdapat alat musik semacam gramofon yang dinamakan "Komet".Konon alat musik yang dibawa oleh Sultan Siak ke XI bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil dari Jerman hanya ada dua di dunia. Yakni berada di Jerman dan Siak.

"Namun data dari Wikipedia menyebutkan gramofon Komet yang ada di Jerman sudah rusak. Sehingga, gramofon yang ada di Istana Siak tinggal satu-satunya yang tersisa di dunia," tutur Suryadi, pemandu istana beberapa waktu lalu, seperti dikutip potretnews.com dari detikcom.

Sumber musik yang digunakan yakni berupa piringan yang terbuat dari besi yang berbentuk lingkaran. Tidak berbeda jauh dengan gramofon, untuk memainkan alat musik yang dibawa ke Siak sejak 1896 ini harus diputar secara manual terlebih dahulu.

Ads
Alunan musik instrumen klasik dari komponis terkenal Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Richard Strauss dapat didengarkan dalam piringan dari baja tersebut. Untuk menghasilkan suara yang indah dan merdu, piringan baja ini di lubangi sedemikian rupa, sehingga saat bagian dari komet menyentuh lubang akan keluar nada-nada.

Di dalam alat musik tersebut tertulis sebuah penjelasannya, yakni "Komet, senjenis musik gramopon piringnya terbuat dari baja yang terdiri dari musik-musik instrumen klasik Jerman abad VIII ciptaan komponis terkenal Beethoven, Mozart, dan Strauss dibawa oleh Sultan Siak XI tahun 1896 dari lawatannya ke Eropa."

Diperkirakan piringan dari baja tersebut beratnya mencapai 5 kg, tinggi alat musik ini mencapai 3 meter dan lebar sekitar 90 cm. Bagi wisatawan yang hendak ke istana yang memiliki nama lain Asyeriyah Hasyimiah ini, untuk menuju lokasi tersebut dapat ditempuh sekitar tiga hingga empat jam dari Kota Pekanbaru, Riau.

Selain menyimpan benda klasik berupa komet, Istana yang dibangun pada tahun 1889 ini terdapat berbagai koleksi lain di dalamnya diantaranya replika mahkota Kerajaan Siak, koleksi senjata yang dahulu digunakan oleh raja, alat musik gramofon, dan ruang perjamuan tamu. ***

(Akham Sophian)
Kategori : Potret Riau
Sumber:Detik.com
Tour de Siak 2018
wwwwww