PotretNews.com Selasa 20 November 2018

Penumpang Kualanamu-Pematangsiantar Kini Bisa Menikmati Bus Jet dengan Tiket Rp55 Ribu

Penumpang Kualanamu-Pematangsiantar Kini Bisa Menikmati Bus Jet dengan Tiket Rp55 Ribu

Rahayu Sentosa Jetliner Double Deck akan menghantarkan penumpang dari Kualanamu - Pematangsiantar dengan tiket Rp55 ribu.

Jum'at, 18 November 2016 17:19 WIB
CIBINONG, POTRETNEWS.com - Sepanjang tahun ini karoseri Rahayu Sentosa terbilang cukup produktif. Setelah menghadirkan model Jetliner Semi High Deck kini dan Jetliner High Deck, mereka juga memperkenalkan Jetliner Double Deck.Bus tingkat ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan PT Pelita Paradep dengan trayek Kualanamu-Pematang Siantar. Tak tanggung-tanggung, Jetliner Double Deck ini dibuat dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 3 miliar per unit.

"Penggemar bus di Sumatera banyak yang menginginkan bus mewah dengan harga yang murah. Oleh karena itu kami berani investasikan Jetliner Double Deck," ujar Direktur PT Pelita Paradep Trans, Boby, di kantor Rahayu Sentosa, Cibinong, Jawa Barat, pada Senin (14/11/2016).

Saat pertama kali melihat bus ini, impresi pertamanya adalah kemewahan dan gagah. Kendaraan komersial ini dibekali dengan kelir hijau dengan tambahan gambar Taj Mahal di bagian belakang. Jetliner Double Deck juga dibekali dengan double glass.

Ads
Sasisnya dipercayakan kepada Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 25 ton. Sektor dapur pacunya dibekali dengan mesin diesel 11.967 cc dengan 3-axle berdaya 422 daya kuda dan torsi 1.900 Nm.

Saat masuk ke kabin melalui pintu depan, penumpang harus menunduk lantaran langit-langit dari ruang kemudi menuju ruang penumpang di desain pendek. Bahkan hal itu tetap harus dilakukan untuk orang yang memiliki postur 160 cm.

Interior tampak cerah dengan deretan jok kombinasi warna ungu, oranye, dan emas. Jetliner Double Deck milik Paradep Trans ini menggunakan jok produksi Rimba Kencana x-Cushion yang dilengkapi dengan leg rest.

Saat mencoba duduk di jok tersebut, X-Cushion terasa sangat nyaman dengan desain yang mengikuti lekuk badan. Hanya saja kaki sedikit kurang nyaman ketika leg rest ditegakkan. Sebab leg room yang tersedia kurang panjang.

Bagian atas tidak banyak perbedaan dengan kabin bawah. Tapi jok di kabin atas menggunakan X-Cushion yang tidak dilengkapi dengan leg rest.

"Jok di atas memang dipesan tanpa leg rest. Ini untuk memaksimalkan seat di bagian atas," terang Boby. Sebagai gantinya, penumpang akan diberikan pemandangan yang luas karena kabin di atas dilengkapi dengan kaca berukuran jumbo.

Dari pantauan metrotvnews.com, kompartemen penyimpanan barang di atas kepala sedikit kurang nyaman. Diperlukan ekstra tenaga untuk memasukkan barang Anda ke bagasi. Selain itu, posisi handle room kurang nyaman untuk jari-jari.

Untuk menambah kenyamanan, bus ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur hiburan. Di antaranya fasilitas Wi-fi, Tv/Video, hingga karaoke.

Jetliner Double Deck memulai start dari Cibinong, lalu ke Depok, dan berputar ke arah Sentul melalui jalan tol saat test road. Ketika masuk ke dalam tol, Jetliner Double Deck bisa memacu hingga 100 kilometer per jam dengan tenang. Bahkan suara mesin terasa halus tanpa raungan yang biasanya keluar saat pedal gas diinjak dalam.

Bus terbukti mampu bermanufer ke kiri dan ke kanan serta melibas beberapa bagian jalan yang rusak. Pada momen itu, penumpang kabin atas tidak terasa limbung secara berlebihan. Penumpang di kabin bawah malah lebih stabil dan tenang.

Salah satu rahasia dari kenyamanan Jetliner Double Deck ternyata terletak di sistem suspensi independen yang digunakan Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Bus ini juga sudah menggunakan suspensi udara milik Mercedes-Benz.

Selain itu, sasis ini juga sudah dilengkapi dengan Electronic Stability Program (ESP), Electronic Brake System (EBS), Antilock Braking System (ABS), dan Retarder yang mengatur distribusi pengereman di setiap roda.

Jetliner Double Deck milik Paradep Trans menyediakan 59 seat. Nantinya para penumpang Kualanamu-Pematang Siantar dapat menaiki bus ini dengan tiket Rp55 ribu. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Nusantara
wwwwww