PotretNews.com Minggu 22 April 2018

Benar-benar Gila... ABG 14 Tahun Ajak Bapaknya Hubungan Intim, Eh... si Bapak Bukannya Marah, Malah Mau

Benar-benar Gila... ABG 14 Tahun Ajak Bapaknya Hubungan Intim, Eh... si Bapak Bukannya Marah, Malah Mau

Tersangka M yang tega menyetubuhi anak kandungnya kini ditahan aparat kepolisian.

Jum'at, 08 April 2016 10:44 WIB

LOMBOK, POTRETNEWS.com - Entah setan apa yang merasuki pikiran M (39) sampai tega berbuat tindakan asusila kepada anaknya. Bukannya memberi pengertian dan penolakan, M malah menuruti permintaan anaknya, S (14) untuk berhubungan layaknya suami istri.

Peristiwa ini berawal pertengahan tahun lalu. Ceritanya, S melihat video porno yang didapatkan dari internet. Tak lama kemudian, ia pulang dan menunjukan video tersebut ke bapaknya.

Sejurus kemudian, S spontan mengatakan ke M, ingin melakukan adegan seperti yang ada di video tersebut. Kontan saja M terkejut. Namun, keterkejutan tersebut rupanya tidak lebih besar dari nafsunya.

“Pas yang pertama kali, M sempat tidak mau, tapi akhirnya tetap melakukan,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo, seperti dilansir jpnn.com

Ads
Bukannya berhenti, warga Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung ini malah ketagihan. Hubungan suami istri dengan anaknya berlanjut hingga lima kali. Hasilnya bisa ditebak, S hamil tujuh bulan akibat perbuatan bejat ayah kandungnya.

“Mulai persetubuhan yang kedua itu, malah bapaknya yang mengajak. Jadi ada unsur bujuk rayunya di dalam sana,” ujar Joko.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polres Lobar guna dilakukan penyelidikan lebih dalam.

”Sebelumnya diamankan di Polsek Senggigi, Selasa (5/4) lalu, kemudian di bawa ke sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi mengaku tidak habis pikir dengan perbuatan yang dilakukan M. Apalagi tindakan itu dilakukan kepada anak kandungnya sendiri.

“Seharusnya dia (M, red) bisa melindungi anaknya, membina anaknya, memberikan pemahaman. Ironi sekali, apa pun alasannya, itu tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Apa pun alasannya, meski S yang lebih dulu meminta, kata Joko Jumadi, kesalahan tetap berasal dari orangtua. Karena itu, lanjutnya, jika merujuk UU Nomor 35 tahun 2014, M diancam hukuman penjara selama maksimal 20 tahun. (jpnn)

loading...
(wawan setiawan)
Kategori : Nusantara
Sumber:jpnn.com
DPRD Kabupaten Siak 2018
wwwwww