PotretNews.com Kamis 13 Desember 2018

Dianggap Tak Bermanfaat bagi Masyarakat, Bupati Batubara Minta PT Kwala Gunung Angkat Kaki

Dianggap Tak Bermanfaat bagi Masyarakat, Bupati Batubara Minta PT Kwala Gunung Angkat Kaki

Warga Tutup Akses Jalan Menuju PT Kwala Gunung. (foto: sumut24.co)

Kamis, 03 Maret 2016 19:57 WIB
BATUBARA, POTRETNEWS.com - Keberadaan PT Kwala Gunung yang bergerak di bidang perkebunan sawit hampir tak bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Batubara. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Batubara, OK Arya kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini."PT Kwala Gunung itu selalu ribut dengan warga sini. Akses jalan masuk ke perkampungan warga ditutup sama perusahaan itu," kesal OK Arya. Tak hanya ribut dengan warga, kata OK, PT Kwala Gunung juga tak ada memberikan kontribusi apa pun kepada Pemkab Batubara.

"CSR-nya tak pernah ada sama kita diberikan padahal, CSR itu sudah kewajiban yang diatur dalam Undang-undang," sebutnya. Untuk itu, lanjut OK Arya, PT Kwala Gunung harus angkat kaki dari Kabupaten Batubara, karena tak dapat memenuhi aturan yang berlaku.

"Luas PT Kwala Gunung di Batubara ini kurang lebih seribu hektar," tegas OK sembari mengatakan HGU perusahaan inipun sudah lama berakhir. Kemudian kata OK Arya Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) PT Kwala Gunung juga hingga sekarang belum ada.

Ads
"Bayangkanlah Amdal saja tak ada. Mana ada perusahaan yang beroperasi tak ada Amdal nya. Tapi bisa beroperasi, anehkan,?" kesal OK Arya seraya mengatakan ia akan tetap membela masyarakat dalam memperjuangkan aspirasinya.

Terpisah, Kuasa Hukum PT Kwala Gunung,Tripurno Widodo ketika dikonfirmasi SIB, Selasa (1/3/2016), mengatakan bahwa pernyataan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen itu hanya sebuah asumsi dan tidak faktual. "Mana ada kita menutup akses jalan masyarakat," ujarnya kesal.

Diterangkannya, akses jalan yang ditutup pakai fortal hanya menuju areal tanah PT Kwala Gunung. "Jalan menuju Rumah Sakit mana ada kita tutup. Hanya jalan menuju PT Kwala Gunung yang kami tutup," cecarnya seraya mengatakan bahwa lahan RS itu dulunya miliknya.

Yang paling disesalkan, lanjut Tripurno pernyataan Bupati OK Arya bahwa PT Kwala Gunung tak ada memberikan kontribusi CSR. "Kita selalu memberikan CSR kepada masyarakat. Pernyataan bupati itu tidak benar," katanya.

Kemudian kata Tripurno terkait tidak adanya Amdal bahwa Bupati OK Arya punya jajaran untuk menelusurinya. "Kalau memang tidak ada Amdal nya, kan dia punya anggota untuk mengecek terkait Amdal tersebut. Kalau memang tidak ada lakukan tindakan," tantangnya. ***

Sumber:
Hariansib.co

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Nusantara
wwwwww