PotretNews.com Selasa 20 November 2018

Takut Dipukuli Suami, Ibu Ini Bawa 2 Anaknya Ngungsi ke Kantor Polisi

Takut Dipukuli Suami, Ibu Ini Bawa 2 Anaknya Ngungsi ke Kantor Polisi

Mukhayaroh bersama 2 anaknya didampingi Uswatun Hasanah, dari salah satu LSM saat di SPKT, Sabtu (9/1)

Minggu, 10 Januari 2016 07:55 WIB
LAMONGAN, POTRETNEWS.com - Seorang ibu muda, Mukhayaroh (32), warga Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, Lamongan Jatim, terpaksa meminta perlindungan ke Polres Lamongan, lantaran takut dianiaya kembali oleh suaminya, Sabtu (9/1) siang.Dengan menggendong anaknya yang masih berusia 4 bulan dan mengajak putra pertamanya berusia 8 tahun, Mukhayaroh diantar Hartono, ketua umum salah satu LSM dan dampingi perempuan cantik Uswatun Hasanah bertandang ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT).

"Saya tidak ingin melaporkan suami saya. Tapi saya hanya minta perlindungan pada pak polisi karena takut dengan suami yang lima hari lalu sudah menganiaya saya," ungkap Mukhayaroh kepada polisi.

Saat datang ke SPKT, di bagian wajah bawah mata kanan masih nampak memar akibat pukulan suaminya.

Ads
Tak hanya itu, di bagian dada dan perut juga dirasakan sakit akibat tendangan Hasrul Aini, sang suami.

Penganiayaan yang dilakukan suaminya itu, kata Mukhayaroh, bukan untuk kali pertama. Pertengkaran itu kerap muncul sejak suaminya telah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) asal Sedayulawas Kecamatan Brondong.

"Saya sudah berusaha dengan sekuat tenaga agar suami saya itu sadar,"kata Mukhayaroh.

Kejadian terakhir yang membuat Mukhayaroh trauma dan meninggalkan rumah ditemani dua anaknya ke temannya di Pasuruan karena korban takut dengan sang suami.

Mukhayaroh terpaksa bersembunyi di rumah temannya di salah satu desa di Pasuruan, sebelum akhirnya diantarkan oleh ketua umum salah satu LSM menuju ke Polres Lamongan.

Sementara itu, Hasrul Aini, suami korban ditanya Surya mengakui kalau kericuhan yang kerap terjadi di rumah tangganya itu semenjak dirinya menikahi siri wanita muda yang baru lulus SMA di Desa Sedayulawas.

Hasrul mengaku tidak tega harus memilih salah satu dari dua wanita yang dicintainya itu. "Saya khilaf sampai harus memukul istri,"akunya.

Ia berharap dan menyadari, Kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir.
Bahkan Hasrul berjanji, jika pada suatu saat mengulangi kembali perbuatannya, ia siap untuk ditindak sesaui jalur hukum yang berlaku.***

(wawan setiawan)
Kategori : Nusantara
Sumber:tribunnews.com
wwwwww