PotretNews.com Rabu 21 November 2018

Asap Meluas, Para Bupati Malah Sibuk Kampanye

Asap Meluas, Para Bupati Malah Sibuk Kampanye

Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2015). Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. (foto: tempo.co)

Senin, 26 Oktober 2015 16:41 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com- Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi Sosial dan Pemberdayaan Perempuan mengatakan, bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan perlu menjadi perhatian dan konsentrasi utama pemerintah.Pasalnya, asap yang ditimbulkan telah menyebar secara merata hampir di seluruh sumatera dan kalimantan.

Akibatnya, asap tersebut telah menjadi sumber penyakit pernafasan yang mengancam kesehatan masyarakat di Sumatera dan Kalimantan. Pernyataan itu dikeluarkan oleh politikus Fraksi Partai Amanat Nasional saat berkunjung ke Desa Pidoli, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Kemarin, saya mendatangi rumah-rumah sakit daerah di sini. Saya menemukan banyak pasien yang mengalami gangguan pernafasan. Yang lebih menyedihkan, ada anak berusia 2 bulan harus dirawat dan dibantu pernafasannya dengan tabung oksigen,” kata Saleh dalam pernyataannya, Minggu (25/10/2015).

Ads
Saleh menjelaskan, pemerintah Mandailing Natal belum tampak memiliki agenda khusus terkait bencana asap. Dari hasil perjalanannya Saleh mendapati sekolah belum diliburkan, rencana evakuasi hingga pembagian masker saja diprogramkan. “Mestinya pemerintah pusat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah."

Menurut Saleh, kesadaran pemerintah daerah dan masyarakat terhadap peristiwa kabut asap ini pun belum ada. Uniknya lagi, kata Saleh, para bupati di daerah setempat justru sedang sibuk dengan program kampanyenya dalam menyongsong pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015.

Melihat massifnya penyebaran penyakit akibat asap tersebut, Saleh meminta pemerintah mengambil langkah-langkah cepat dalam menangani korban. Pemerintah tidak boleh hanya melayani para korban di daerah karlahut. "Namun, harus ada kebijakan agar semua korban akibat asap ditangani oleh pemerintah." ***

(M Yamin Indra)
Kategori : Nusantara
Sumber:Tempo.co
wwwwww