PotretNews.com Minggu 23 September 2018

Hanya Gara-gara Tawar Harga Bawang, Wanita Ini Diteriaki Maling

Hanya Gara-gara Tawar Harga Bawang, Wanita Ini Diteriaki Maling

Sunarmi saat diamankan dan sempat diarak petugas PD Pasar Horas Jaya, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2015).

Senin, 07 September 2015 22:04 WIB
PEMATANGSIANTAR, POTRETNEWS.com — Gara-gara menawar harga bawang, Sunarmi (48), warga Marihat Baris, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, nyaris dihakimi warga. Hal itu terjadi karena Sunarmi diteriaki maling oleh salah satu pedagang di Pasar Horas, Pematangsiantar, Minggu (6/9/2015) kemarin.Sunarmi adalah karyawati PTPN IV di Kebun Marihat, Kabupaten Simalungun. Dia dituding mencuri satu kilogram bawang merah di kios salah satu pedagang di gedung I lantai I Pasar Horas, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.

Dalam hitungan menit, petugas keamanan PD Pasar Horas Jaya yang sedang patroli mendapatkan kabar dari pedagang ada seorang perempuan mencuri. Wanita itu pun lalu diburu.

Sunarmi lantas ditangkap di Gedung II Pasar Horas pada saat Sunarmi sedang belanja ikan gembung rebus. Sunarmi yang merasa tak mencuri juga merasa heran atas ucapan petugas keamanan PD Pasar Horas Jaya yang mengatakan dia telah mencuri bawang merah di Gedung I.

Ads
Sunarmi kemudian dibawa ke Pos Polisi Pasar Horas untuk dimintai keterangan. Di situ, Sunarmi, ibu dari tiga orang anak dan empat cucu ini, menerangkan kepada petugas keamanan PD Pasar Horas Jaya bahwa kedatangannya ke Pasar Horas bukan untuk mencuri, melainkan untuk berbelanja.

Demi memastikan kebenaran ucapan Sunarmi, petugas keamanan PD Pasar Horas Jaya dan polis Pos Pasar Horas membawa Sunarmi ke lokasi di mana Sunarmi dituding telah mencuri, yakni di kios milik pedagang bernama Dertina.

Saat itu, Sunarmi yang belum jelas melakukan pencurian diarak keliling Pasar Horas. Pada saat itu Sunarmi mendapat cacian dan makian dari para pedagang Pasar Horas sepanjang jalan. Setiba di kios Dertina, Sunarmi dipaksa mengaku telah mencuri.

Merasa terpojok, Sunarmi pun meminta maaf kepada Dertina dan pedagang lainnya. Selanjutnya Sunarmi dibawa ke Pos Polisi Pasar Horas. Sewaktu berjalan menuju Pos Polisi, Sunarmi dengan raut wajah sedih kembali mendapatkan perkataan cacian dan makian.

Setelah tiba di kantor Pos Polisi Pasar Horas, Sunarmi dijemput dan kemudian dibawa ke Polsek Siantar Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat dimintai keterangan, Sunarmi didampingi suaminya, Suawi (52) yang juga karyawan PTPN IV Kebun Marihat membantah telah mencuri di tempat tersebut.

Sunarmi pun menceritakan awal mula dia dituding sebagai pencuri. Dari rumah, Sunarmi dibonceng suaminya mengendarai Honda Supra BK 3809 WW dengan membawa keranjang belanjaan yang berada di samping kiri dan kanan sepeda motor menuju Pasar Horas.

Setiba di Pasar Horas, Sunarmi pun bergerak menuju Gedung I lantai I. Sementara suaminya menunggu di area parkir Jalan Sutomo. "Awalnya aku mau beli bawang merah di kios ibu itu. Kutanya berapa sekilo bawang merah, dijawab ibu itu, bawang merah sekilo Rp 20.000. Jadi kutawar bisa sekilo Rp 17.000, dijawab ibu itu enggak bisa," kata Sunarmi, mengulangi perbincangan dengan pedagang.

Sunarmi kemudian berpaling ke kios milik Dertina yang berada persis di depan tempat dia menawar bawang merah pertama kali, dengan maksud mencari bawang merah yang harganya lebih murah.

Di kios Dertina, Sunarmi pun kembali menawar berapa harga bawang merah sekilogram. Saat itu Dertina mengatakan harga bawang Rp 20.000. "Kutawarlah lagi bisa sekilo Rp 17.000, dijawab bisa, tapi mesti beli sekilo. Saat itu kuminta ibu itu buat dua plastik masing-masing isinya setengah kilo," terang Sunarmi ketika itu.

Kemudian Dertina membungkus bawang merah dua plastik sesuai permintaan Sunarmi. Belum lagi barang dibayar, Dertina melayani pembeli yang datang ke kios. Pada saat itu Sunarmi memasukkan bawang merah tersebut ke dalam goni plastik yang sudah disediakannya. "Kumasukkan bawang itu ke dalam goni, maksudku nanti langsung kubayar karena kulihat ibu itu melayani pembeli yang lain," ujar Sunarmi lagi.

Pada saat itulah pedagang yang di depan waktu pertama menawar bawang berteriak pencuri, hingga perhatian semua warga dan pedagang tertuju kepada Sunarmi. Merasa malu dibilang pencuri, Sunarmi pun meninggalkan tempat tersebut.

"Diteriakin pedagang lain di depan tempat aku beli, sebut aku pencuri, aku malu kupulangkan bawangnya, aku pun pergi ke Gedung 2 untuk belanja kembali," ungkap dia.

"Aku kerja di kebun sawit Marihat, Pak, aku mau belanjanya tadi, mau dijual keliling di kampung karena habis gajian kebun kami, inilah barang belanjaan yang sudah kubeli, tomat, cabai, ikan gembung, dan ayam potong," ucap Sunarmi sambil mengeluarkan barang belanjaan satu per satu dari dalam goni plastik putih ukuran 50 kg.

"Sedih kali aku dibilang pencuri. Saat itu sedikit waktu pun aku tak dikasih kesempatan untuk berbicara, aku dimaki, dicaci, dan dipukuli," terang Sunarmi dengan raut wajah sedih.

Kepala Polsek Siantar Barat Iptu David Sinaga saat dikonfirmasi terkait adanya seorang wanita yang diamankan karena dituduh sebagai pencuri menjelaskan, "Itu selisih paham sajanya. Setelah kita selidiki, ibu itu orangnya baik-baik di kampungnya, kerja sampingan dia itu berdagang keliling di kampung," kata David.

Dia berharap agar sesama pedagang jangan cemburu atas perbedaan harga. "Karena bisa mengakibatkan masyarakat seperti kejadian tadi," ujar David.

(Mario A Khair)
Kategori : Nusantara
Sumber:Kompas.com
Tour de Siak 2018
wwwwww