PotretNews.com Senin 19 Februari 2018

12 Provinsi di Indonesia Dilintasi Gerhana Matahari pada 9 Maret 2016, Berikut Ilustrasinya

12 Provinsi di Indonesia Dilintasi Gerhana Matahari pada 9 Maret 2016, Berikut Ilustrasinya

Ilustrasi Gerhana Matahari.

Senin, 07 Maret 2016 11:48 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Indonesia akan dilintasi oleh fenomena alam Gerhana Matahari total 9 Maret 2016. Ada 12 provinsi di Indonesia yang dilintasi matahari saat gerhana.Tak pelak fenomena alam langka ini menjadi buruan para peneliti, masyarakat, turis, dan pemerintah Indonesia sendiri. Yang istimewanya, hanya wilayah Indonesia yang dilalui gerhana total hanya Indonesia. Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.

Ads
Kapala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, kepada wartawan menyebutkan, Gerhana Matahari total (GMT) di Indonesia terjadi selama 1,5-3 menit.

Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik. Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Niugini selama 4 menit 9 detik.

Pada Rabu, 9 Maret 2016, gerhana terjadi pagi hari bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase GMT rata-rata terjadi satu jam kemudian.

Selama GMT, piringan Matahari tertutup penuh oleh piringan Bulan dan hanya menyisakan cahaya korona atau bagian atas atmosfer Matahari. "Hari yang terang akan berubah seperti senja untuk sesaat," kata Thomas.

Di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana akan mengalami Gerhana Matahari sebagian (GMS). Daerah yang mengalami GMS akan melihat Matahari berbentuk sabit. Dan seluruh wilayah Indonesia, di luar yang mengalami GMT, akan mengalami GMS.

Salat Gerhana akan dilakukan di berbagai daerah di Sumbar. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit akan melaksanakan Salat Gerhana di kampungnya Air Haji, Pesisir Selatan. Sedangkan di Kota Padang Panjang, Salat Gerhana dipusatkan di lapangan kantin. ***

Editor:
Farid Mansyur

Sumber:
Lapan.go.id

loading...
Kategori : Nasional
wwwwww