PotretNews.com Selasa 19 Juni 2018

United Tractors Juga Siap-siap PHK Karyawan

United Tractors Juga Siap-siap PHK Karyawan

Ilustrasi.

Kamis, 28 Januari 2016 00:41 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Perusahaan tambang dan alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) membuka opsi pengunduran diri karyawan secara sukarela. Kebijakan ini ditempuh perusahaan dalam rangka efisiensi di tengah merosotnya harga batubara.Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara Lubis kepada CNN Indonesia, Senin (25/1). Menurutnya, perseroan memilih untuk membuka opsi pengunduran diri secara sukarela ketimbang menerapkan program pensiun dini.

“Pensiun dini tidak ada ya. Sekarang yang ada adalah pengunduran diri sukarela. Saya sebenarnya kurang nyaman membahas hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, opsi ini hanya terjadi di lini usaha pertambangan, bukan di tubuh perseroan secara keseluruhan.

Ads
"Untuk lini usaha alat berat belum ada rencana ini (pengunduran diri sukarela)," katanya.

Sebelumnya, Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan mengaku telah berdiskusi dengan manajemen UNTR. Salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah program pensiun dini United Tractors untuk sekitar 1.500 karyawan dari total 23 ribu karyawan.

“Dengan asumsi Rp300 juta-Rp500juta per karyawan. Potensi beban satu waktu dari program pensiun dini sekitar Rp450 miliar-Rp750 miliar atau 7 persen-11 persen dari laba bersih 2015 yang diprediksi konsensus mencapai Rp6,6 triliun,” tulisnya dalam riset harian Mandiri Sekuritas.

Sara mengakui, pada tahun ini pihaknya memangkas target penjualan alat berat dan produksi batubara melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara (Pama) tahun ini, yang disebabkan prospek harga batubara yang lemah.

“Tahun ini penjualan alat berat diprediksi hanya di kisaran 2.000 unit. Sementara penjualan batubara diprediksi 10 persen lebih rendah dari 2015,” jelasnya.

Sebagai informasi, sejak awal tahun hingga Oktober 2015 penjualan alat berat Komatsu turun 42 persen menjadi 1.870 unit dari 3.233 di periode yang sama tahun lalu. Padahal, penjualan alat berat Komatsu pada 2012 mampu mencapai sebanyak 6.202 unit, sedangkan 2013 sebanyak 4.203 unit, dan 2014 menjual 3.51?3 unit.

Sementara dari sisi produksi batubara, sebelumnya manajemen menyatakan produksi emas hitam pada tahun ini secara total hanya akan mencapai 110 juta ton atau turun dari perolehan tahun lalu 119,4 juta ton.

Sara menyatakan produksi batubara tahun ini diperkirakan turun 10 persen. Hal ini juga berlaku untuk rasio pengupasan tanah yang dipangkas 10 persen. Sementara dari sisi produksi tambang pribadi, untuk 2015 diperkirakan produksi hanya mencapai 4,6 juta ton, dan 2016 sekitar 6 juta ton. (ags

loading...
(Mario Abdillah Khair)
Kategori : Nasional
Sumber:cnnindonesia.com
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww