PotretNews.com Senin 24 September 2018

Mengharukan, Kisah Guru Masuk Islam setelah Lihat Iklan Layanan di Bus

Mengharukan, Kisah Guru Masuk Islam setelah Lihat Iklan Layanan di Bus

Iklan di bus inilah yang menggugah Leslie C Toole memeluk Islam.

Selasa, 15 September 2015 05:45 WIB
CHICAGO, POTRETNEWS.com - Leslie C Toole, 45 tahun, telah memiliki pertimbangan masuk Islam sejak 10 tahun terakhir. Tetapi, dia tidak segera melakukannya lantaran belum menemukan pemandu yang bisa membimbingnya mengenal Islam lebih dalam.Sampai suatu ketika, Leslie yang merupakan guru di Chicago, Amerika Serikat, menemukan sebuah iklan layanan masyarakat terpampang pada bus. Iklan itu berisi kalimat persuasif yang menggugah hatinya.

Merasakan begitu mengenanya isi iklan tersebut, Leslie memutuskan untuk menghubungi nomor telepon yang tertera pada iklan tersebut.

"Saya tak pernah benar-benar berkomitmen. Namun saat melihat iklan itu, saya tahu bahwa itulah tanda terakhir untuk melengkapi langkah saya (masuk Islam)," kata Leslie.

Ads
Leslie pertama kali mengenal Islam ketika menerima pamflet dari orang yang tak dikenalnya. Orang itu mengatakan kepadanya bahwa ia akan memperoleh pencerahan dengan membaca pamflet tersebut.

"Dan saya terus membacanya untuk meyakinkan diri bahwa saya mengerti apa yang sedang saya pelajari ini," ungkap dia.

Sebulan berselang, sebuah hidayah melintas di hadapannya dalam bentuk iklan pada salah satu bus milik CTA (Chicago Transit Authority). Iklan tersebut tertangkap oleh matanya dan akhirnya ia menelepon nomor yang ada di iklan besar itu.

"Bagaimana caranya menjadi 'anggota Islam' adalah pertanyaan utama saya saat menelepon ke nomor tersebut," ujar dia

Kisah Leslie mirip dengan 13 warga Chicago lainnya yang menerima Islam berkat kampanye Islam dari GainPeace, sebuah proyek dakwah untuk wilayah Chicago dari Islamic Circle of North America (ICNA).

Lembaga ini membelanjakan 30,900 dolar AS, setara Rp442 juta untuk penempatan iklan pada 25 bus umum yang melayani jalur sepanjang Chicago.

Iklan itu mengarahkan masyarakat kepada sebuah nomor bebas pulsa dan ke sebuah situs yang dibuat untuk membantu mereka mencari jawaban atas pertanyaan seputar Islam.

Nomor hotline GainPeace telah menerima ribuan panggilan telepon, ditambah lagi dengan kunjungan ke situs yang telah mencapai 300.000 pengunjung.

Ketika warga Chicago yang penasaran menghubungi nomor hotline, GainPeace selalu siap menyediakan segala yang diperlukan. Termasuk sebuah salinan kitab suci Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, majalah The Message yang berkisah tentang Nabi Muhammad dan juga brosur-brosur serta buku yang berkaitan dengan Islam.

Aktivis GainPeace mengatakan tujuan dari kampanye di bus ini untuk menemukan cara baru dalam mengarahkan masyarakat kepada informasi tentang Islam.

"Topik (iklannya) ialah Islam: sebuah panduan hidup dengan nama-nama nabi yang beragam," kata Sabeel Ahmed, Direktur GainPeace.

"Pesan di bagian bawah dan atasnya dimaksudkan untuk membangkitkan rasa ketertarikan orang," lanjut Ahmed.

Ahmed menegaskan bahwa dengan nomor hotline dan situs, masyarakat akan memperoleh kesempatan untuk tahu lebih tentang Islam. Masyarakat berkesempatan untuk menelepon Muslim yang memiliki pengetahuan luas tentang Islam. Dengan demikian masyarakat akan terbebas dari berbagai kesalahpahaman, bias, atau ketakutan.

"Kami ingin menciptakan sebuah kanal melalui situs sehingga masyarakat dapat berinteraksi dengan kami dan bekerja membangun komunalitas, untuk mengetahui satu sama lain."

Leslie, yang kini telah menjadi seorang mualaf, meyakini bahwa iklan yang sederhana dengan hanya mengatakan "Got Questions? Get Answers" adalah ide brilian untuk menarik perhatian masyarakat.

"Saya pikir itu ide yang cerdik. Saya tak pernah melihat sebelumnya," katanya.

Kampanye iklan tentang Islam ini tak hanya berlangsung di Chicago saja. ICNA, sebuah organisasi akar rumput yang berbasis di New York yang punya 22 cabang di seluruh AS, telah mengorganisasikan kampanye serupa di Seattle dan New York.

Di Big Apple, 1.000 iklan muncul dalam mobil-mobil subway kota, yang dibuat dalam format pertanyaan visual yang mungkin ingin diajukan masyarakat tentang Islam.

Karena kesuksesan kampanyenya, kota-kota lain di AS dan Kanada telah meminta lembaga itu untuk membantu memulai proyek serupa.

Sebuah jajak pendapat belakangan mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika memiliki pengetahuan sangat sedikit tentang Islam.***

(Akham Sophian)
Kategori : Internasional
Sumber:Dream.co.id
Tour de Siak 2018
wwwwww