Kasus Jalan di Tempat, Massa Demo Minta Kejati Riau Ambil Alih Penanganan Dugaan Korupsi BBM Kendaraan Dinas Kepulauan Meranti

Selasa, 13 Oktober 2026 12:17 WIB
Tim Redaksi
bkasus-jalan-di-tempat-massa-demo-minta-kejati-riau-ambil-alih-penanganan-dugaan-korupsi-bbmAksi massa di depan gedung Kejati Riau. (Foto: dok. ISTIMEWA)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Juang Riau (Himaju) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026).

Massa mendesak Kejati Riau segera mengambil alih penanganan dugaan korupsi bahan bakar minyak (BBM), pelumas, dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Aksi yang dimulai pukul 10.40 WIB ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan, M Taufik Hidayat, dan diikuti sekitar 20 demonstran. Mereka memulai pergerakan dari titik kumpul di Pustaka Wilayah, Jalan Cut Nyak Dien menuju markas lembaga adhyaksa tersebut dengan membawa pengeras suara dan sejumlah spanduk tuntutan.

Dalam orasinya, demonstran menuntut Kepala Kejati Riau untuk segera memeriksa Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selain itu, mereka juga meminta pemanggilan terhadap Kepala Bagian Umum, Sumarno terkait sengkarut anggaran perawatan kendaraan dinas tersebut.

Massa menilai penanganan perkara yang saat ini berada di ranah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti berjalan lamban. Mereka meminta penyidik Kejati Riau untuk mengevaluasi kasus ini demi menjamin efektivitas dan kepastian hukum, serta menetapkan tersangka apabila dua alat bukti yang sah telah terpenuhi.

"Pada tanggal 8 September lalu, Kejari Meranti melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Meranti di bagian umum. Kenapa dari 8 September hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," tandas Taufik.

Oleh karena itu, mahasiswa meminta Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Riau untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Kejari Kepulauan Meranti beserta jajarannya. Langkah ini dinilai krusial agar kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan di daerah tersebut tidak luntur.

"Hari ini kami hadir menyampaikan aspirasi terhadap dugaan korupsi oleh Pemerintah Kepulauan Meranti dengan massa yang tidak ramai. Tetapi kalau dalam waktu dua minggu tidak ada kejelasan hasil, kami akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang besar," ancamnya.

Tepat pukul 10.55 WIB, perwakilan massa aksi menyerahkan lembar tuntutan yang diterima langsung oleh Koordinator Keamanan Dalam (Kaorkamdal) Kejati Riau, Viktor.

Setelah aspirasinya diterima, puluhan mahasiswa tersebut membubarkan diri meninggalkan lokasi dengan tertib dan aman pada pukul 11.00 WIB.***

Kategori : Hukrim, Meranti, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id