Home > Berita > Umum
*Pelatihan Film Tajaan Dipersip Bengkalis Berakhir

Dahsyat! Dalam Waktu Dua Hari, Lahir 2 Film Pendek Karya Peserta

Dahsyat! Dalam Waktu Dua Hari, Lahir 2 Film Pendek Karya Peserta

Peserta Pelatihan Membuat Film Pendek foto bersama panitia dan narasumber dengan Salam Literasi, Rabu (22/06/2022)/F-ISTIMEWA

Jum'at, 24 Juni 2022 19:37 WIB
Junaidi Usman
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Untuk kali pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipersip) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau menaja Pelatihan Membuat Film Pendek Tahun 2022.
Meskipun waktu yang disediakan tersingkat di dunia hanya 2 hari sejak Selasa sampai Rabu, 21 - 22 Juni 2022, pelatihan atau workshop ini diikuti seramai 23 orang peserta berhasil melahirkan 2 karya film pendek yang dikerjakan para sineas yang luar biasa.

Para peserta berasal dari desa di 2 kecamatan, Bengkalis dan Kecamatan Bantan. Mereka dari Desa Prapat Tunggal, mahasiswa STAIN, mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, pelajar SMKN 3, pelajar SMAN 3 dan guru SMAN 4, guru SDN 16, guru SMPN 3 dan guru SMPN 6, Desa Sungai Batang, ustadzah pesantren Madani di Kecamatan Bengkalis serta Desa Resam Lapis sampai Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan.

Selama kegiatan berlangsung, antusias peserta yang awalnya hanya biasa saja saat mendengarkan pengantar materi, pada sesi praktek lapangan, antusias peserta berubah drastis. Masing-masing peserta mendapatkan tugas sesuai pilihan maupun arahan narasumber ND Juaii M Usna, nama pena dari Junaidi Usman.

Dua kamera disiapkan narasumber, baik kamera pikul yang lumayan berat diberikan kepada kelompok 1 bersama tripod dan 1 kamera miroles Sony untuk kelompok 2.

Ide cerita diangkat dari pengalaman dan kisah benar yang dialami satu anggota kelompok ditambah masukan konflik dari narasumber. Ide cerita kelompok 1 mengisahkan seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita yang beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Ide ini muncul dari kisah Eny Gustinawati yang menjadi penyuluh agama di Lapas Kelas IIA Bengkalis.

Kelompok 2 pula mengisahkan perpisahan antara Udin anak semata wayang yang lulus CPNS di provinsi lain dengan ibunya yang seorang janda.

Panitia pelaksana dalam hal ini Dipersip Kabupaten Bengkalis menyiapkan snack dan makan siang sehingga peserta sejak pagi hingga petang selama 2 hari tadi tidak pulang ke rumah. Saking bersemangatnya mereka, snack yang disiapkan seakan tidak menarik hati untuk dinikmati. Begitu pula makan siang, setelah dipersilakan beberapa kali baru mereka makan itupun sambil briefing membincangkan film mereka, khususnya dialog dan alur cerita.

Kadis Pesip Dr H Suwarto saat membuka acara mengatakan Dipersip hari ini telah melakukan ekspansi, melakukan kegiatan yang berbasis inklusi sosial yang ujung-ujungnya berfungsi untuk kesejahteraan sosial melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang merupakan program Perpustakaan Nasional sejak 2019 silam. Melalui berbagai kegiatan dalam program ini mengantarkan Dipersip Kabupaten Bengkalis mendapat peringkat 10 besar tingkat nasional.

Bagi Dipersip, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut adalah orang-orang pilihan yang telah digerakkan hatinya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Percayalah, kegiatan ini sangat-sangat bermanfaat sekali kepada peserta semuanya karena kegiatan ini setahu saya baru kali ini dilaksanakan. Ini adalah peluang emas. Hari ini perpustakaan tidak hanya membaca buku saja tetapi bagaimana eksistensinya, keberadaannya dirasakan dinikmati secara langsung oleh masyarakat," kata Dr H Suwarto yang telah 4 tahun menjaga menjadi kepala dinas ini dan menilai yang akan dinasnya membaca buku adalah adik-adik mahasiswa yang mendapatkan tugas, jika pun ada pelajar SD SMP maupun lainnya itu datang karena diundang.

Ditambahkan Suwarto, di zaman digitalisasi, saat Covid-19 melanda dapat dilihat artis banyak memanfaatkan media sosial, Instagram, YouTube, mereka memiliki follower, viewer hingga jutaan. "Ketika video mereka ditonton, dilike dan lain sebagainya, pihak YouTube, instagram akan memberikan kompensasi. Apa yang diperlukan mereka adalah skill, keahlian dalam membuat video, film dan lain sebagainya. Hari ini, bapak ibu ada semua dipimpin oleh Pak Junaidi, gratis," beber Suwarto seraya menanyakan jumlah subscribe channel YouTube STaR TV Bengkalis yang berjumlah lebih 21.000 dan menerima penghasilan.

Mengutip pernyataan Anies Baswedan, Suwarto menyebutkan biarpun kita lahir di ceruk-ceruk kampung, namun wawasan pemikiran yang dimiliki, mendunia. Dipersip Kabupaten Bengkalis pula selalu memberikan wadah bagi masyarakat Bengkalis, bukan hanya pelatihan Silat, Menganyam, tari Zapin, Gendang Nafiri sampai membuat belacan/ terasi juga telah dilakukan sebagaimana Pelatihan Membuat Film Pendek tadi yang semuanya gratis bagi peserta bahkan menerima sertifikat pelatihan.

Setelah memberikan sambutan, Kadis Persip Dr H Suwarto yang malamnya abaru tiba dari Bali mengucapkan Bismillah membuka pelatihan tepat pukul 09.24 WIB sehingga lengkaplah acara pembukaan yang diawali pembacaan do'a dipandu Ustadz Irmansyah.

Narasumber Junaidi Usman membagi 2 kelompok agar muncul 2 calon penulis skenario, 2 calon sutradara, 2 calon pimpinan produksi, 2 calon penata kamera maupun bagian lainnya dalam sebuah teamwork produksi film serta menumbuhkan semangat berkompetisi diantara 2 kelompok tadi. Sebelum azan Zuhur, muncullah ide cerita, lalu dituangkan dalam ketikan Word sinopsis cerita menggunakan font 12pt Courier berlanjut skenario. Dan "kamera, rolling, scene satu take satu, action" pun menggema di sekitar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis.

SPN Musrial Mustafa yang hadir di hari kedua pelatihan ini mengaku iri dengan kegiatan dan program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis dengan memberikan panggung untuk semua kegiatan pelatihan tersebut.

Ditambahkan Musrial Mustafa, "Film di Riau ini boleh dikatekan masih anak bawang. Ghate-ghate pelaku film ini adelah oghang teater. Festival teater di Riau, Bengkalis itu menjadi momok bagi peserta kabupaten/ kota lain. Teknik membuat film segale macam mungkin bisa, tetapi praktiknye belum tau persis same oleh sebab itulah dinas ini melakukan pelatihan untuk memberikan motivasi dan semangat kepade insan film atau sinematografi. Di Bengkalis ini ade soghang tamatan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), namenye Ahmad Syafiq sekaghang menjadi asisten dosen di IKJ dan menjadi Ketua Komisi Film Riau (KFR). Dan istrinye lulusan IKJ juge jurusan skenario film sekaghang menjadi dosen," terang SPN Musrial Mustafa.

Untuk memulai sebuah produksi film sebut Musrial Mustafa perlu dilakukan riset atau penelitian lalu dituangkan dalam bentuk sinopsis dan selanjutnya skenario. Sekarang, film menuntut bertemakan kearifan lokal misalnya Festival Film Melayu Riau pada Juli 2022 ini. "Beruntunglah kita semue yang bekecimpung dalam pelatihan ini. Mudah-mudahan ape yang didapatkan dari pelatihan ini menjadi cambuk atau motivasi untuk berbuat ke arah yang lebih baik," harap SPN Musrial Mustafa yang hadir selaku seniman.

Sekretaris Dipersip Elmunir, pustakawan Drs H Muhammad Sidik selaku penanggung jawab kegiatan, Mukhtar Sayuti,SPd dan Drs Baharuddin dan team kreatif Dipersip Devon yang terlibat sebagai penata kamera film Dalam Lingkar Garuda menyaksikan film karya peserta pelatihan yang dahsyat tersebut. Semoga secepatnya 2 film ini telah upload ke YouTube dan ketik saja Emak Rindu Udin dan Gradiasi Dua Perempuan.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan peserta pelatihan masih tergabung dalam 1 WhatsApp Grup (WAG), Tanjak Anak Negeri (TAN) Bengkalis Production lahir di hari terakhir pelatihan sebagai Production House atau Rumah Produksi film mereka yang berencana akan mengikuti 2 ajang kompetisi Festival Film Melayu Riau tajaan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau tutup pendaftaran pada 30 Juni nanti dan Festival Film Pendek Berbahasa Daerah tajaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI. ***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww