Korban Investasi Bodong Fikasa Group di Pekanbaru Bertambah
![]() |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kasus investasi bodong dengan modus penawaran promissory notes atau surat utang oleh Fikasa Group di Pekanbaru memunculkan fakta baru. Selain 10 korban yang melaporkan kerugian ke Mabes Polri dan kini kasusnya disidangkan, jumlah korban di Pekanbaru disebutkan bertambah menjadi 50 orang.
Fakta ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin majelis hakim Dr Dahlan SH MH, dengan dibantu dua hakim anggota Estiono SH MH dan Tomy Manik SH. Agenda sidang kali ini pemeriksaan terdakwa Branch Manager Fikasa Group di Pekanbaru, Maryani.Menurutnya jumlah nasabah yang ada di daerah itu sekitar 50 orang. "Saya sering didesak oleh 50 orang nasabah di Kota Pekanbaru agar petinggi PT Fikasa membayar bunga atau mengembalikan dana pokok yang telah diinvestasikan. Namun, Agung Salim Cs selalu menolak untuk membayar atau memenuhi keinginan nasabah yang mulai macet pembayarannya sejak awal 2020 lalu," ujarnya saat sidang pada Senin (7/2/2022) malam, melansir Bisnis.com.Menurutnya terdakwa Agung mengatakan kepadanya bahwa perusahaan sedang kesulitan dana tunai atau kesulitan cashflow saat ini. Dia menambahkan selain 50 nasabah di Pekanbaru, dirinya juga mengajak anggota keluarga lain untuk ikut berinvestasi di produk promissory notes dari Fikasa Group, sehingga total ada sekitar 20 orang sanak keluarganya seperti kakak, sepupu, dan mertuanya sudah ikut menanamkan investasi di sana.Karena merasa ikut tertipu dengan produk investasi itu, dimana dia tidak mendapatkan bayaran bunga serta dana pokoknya tidak juga dikembalikan, dia mengakui sudah melaporkan para terdakwa lain yaitu Agung Salim, Bhakti Salim, Elly Salim dan Cristian Salim yang juga telah menjadi terdakwa dalam kasus ini, kepada Polda Riau.Akham Sophian






















