Polemik di LAMR Kabupaten Bengkalis belum Usai
![]() |
Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis di Jalan Pramuka, Air Putih. |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Permasalahan yang dihadapi merupakan pendewasaan diri, memperkaya pengalaman serta "Uthlubul'ilma Minal Mahdi ILallahdi" sebuah ungkapan Arab yang berarti "Tuntut lah Ilmu Sejak Dari Buaian Hingga Ke Liang Lahat".
Sangat mengena bagi kita semua terkhusus bagi yang seakidah dalam satu panji dua kalimah syahadah yang senantiasa dalam Hablumminannas, berhubungan satu sama lainnya. Perlu diingat, ada hal yang tidak disukai tapi Yang Maha Kuasa memberikannya, begitu juga sebaliknya sebab Tuhan penguasa semesta alam memberikan yang terbaik kepada kita bukan memberikan apa yang kita pinta. Ada rahasia di atas semuanya, kita selaku hamba terkadang terbatas menyikapinya juga untuk memahaminya.Tiga paragraf tulisan di atas, sebagai pengantar pembuka minda memperkaya mindset dalam memahami polemik antara MKA (Majelis Kerapatan Adat) dan DKA (Dewan Kehormatan Adat) dengan Ketua Umum DPH (Dewan Pimpinan Harian) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).Melalui Musyawarah Khusus MKA bersama DKA juga ada unsur DPH LAMR Kabupaten Bengkalis pada Kamis, 24 Ramadhan 1442 Hijriyah/ 6 Mei 2021 bulan lalu, didapat kata sepakat atas paparan oleh beberapa orang perwakilan pengurus di atas pada 11 Ramadhan 1442 Hijriyah lalu.Pemaparan pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis yang terdiri dari unsur MKA, DPH dan DKA tadi bisa dikatakan menjadi mosi tidak percaya kepada Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri H Sofyan Said karena dinilai dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis tidak mengikuti ketentuan sebagaimana yang diatur di dalam AD (Anggaran Dasar)/ ART (Anggaran Rumah Tangga) LAMR yang seharusnya menjadi pedoman dan dasar dalam melaksanakan kebijakan program dan kegiatan di LAMR Kabupaten Bengkalis selama masa khidmat berjalan.
























