Dituding tak Berani Tangkap Alat Berat di Kawasan HP, Kadis LHK: Terlalu Menyudutkan, Seakan-akan DLHK Mendukung Kegiatan Ilegal
![]() |
Tim Polhut DLHK Provinsi Riau bersama tim Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera menghentikan kegiatan alat berat saat melakukan patroli perlindungan hutan di wilayah Desa Bangunsari, Kamparkiri Hilir, Kampar, Jumat (12/6/2021). |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Mamun Murod membantah kalau instansinya dituduh bermain mata, sehingga tidak berani melakukan penegakan hukum terhadap satu unit alat berat yang berada di kawasan Hutan Produksi (HP), Desa Bangun Sari Kampar kiri hilir, Kampar.
Hal itu disampaikannya untuk menanggapi pemberitaan di media yang menuding Masyarakat Mitra Polhut dibawah binaan DLHK Provinsi Riau menguasai lahan eks PT. Rimba Seraya Utama.“Sangat tendensius dan terlalu menyudutkan DLHK, padahal yang turun melakukan pengumpulan bahan dan keterangan waktu itu langsung dari Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera. Sedangkan anggota polhut DLHK hanya mendampingi, kenapa DLHK dinilai main mata?,” kata Kadis LHK Provinsi Riau, Mamun Murod saat di hubungi potretnews.com, Sabtu (12/6/2021).Murod menjelaskan bahwa kehadiran Kepala Seksi Gakkum Wilayah II Sumatera, Alfian ke kawasan HP eks PT RSU, lantaran atas berita dari media yang diterima oleh Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya. Maka dari itu Kementerian LHK memerintahkan Ditjen Gakkum melalui Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera agar meninjau lokasi untuk melihat keberadaan alat berat tersebut.“Berdasarkan laporan singkat dari Kepala Bidang Penaatan bahwa saat itu tim polhut DLHK bersama tim Gakkum KLHK wilayah II sumatera mendatangi lokasi. Kemudian ditemukan alat berat yang digunakan oleh masyarakat, dan alat berat itu ternyata untuk memperbaiki jembatan, pembersihan parit dan jalan,” ujarnya.
























