Perjalanan di Wilayah Aglomerasi tak Perlu SKIM
![]() |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menegaskan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) tak diperlukan untuk perjalanan di wilayah aglomerasi. Masyarakat boleh melintasi kawasan yang masuk zona aglomerasi.
"Kembali ditegaskan untuk antarwilayah aglomerasi tidak memerlukan surat izin perjalanan," kata Airlangga di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021, melansir medcom.id.Ada delapan wilayah aglomerasi. Pertama, Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo. Kedua, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ketiga, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Keempat, Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi. Kelima, Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul.Keenam, Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Ketujuh, Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Kedelapan, Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros. KPC-PEN mencatat tren mobilitas penduduk nasional selama tujuh hari terakhir. Terjadi kenaikan mobilitas di Maluku Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Tenggara."Dan kita melihat dalam bulan Ramadan ini, sektor retail, mal, dan toko bahan makanan mobilitasnya tinggi," ucap Airlangga.Akham Sophian

























