Airlangga Hartato Disarankan Ubah Pola Pendekatan bila Ingin Rangkul Warga Riau di Pemilu 2024
![]() |
Baliho Airlangga Hartarto disalah satu kawasan di Pekanbaru. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sikap pragmatis pemilih diyakini bakal jadi penentu nilai jual Airlangga Hartato di Riau. Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Riau, Hasanudin. Menurut Hasanuddin, sikap pragmatis itu menjadi pijakan ditengah capaian Partai Golkar yang menurun belakangan ini di Riau.
"Laku atau tidak sosok Airlangga itu bergantung pada kerja tim dan sikap pragmatis pemilih," ungkapnya kepada Gatra.com Senin (29/3).Dikatakan Hasanuddin, bila membandingkan capaian Partai Golkar tahun 2019 dengan 2014 di Riau, maka nilai jual Airlangga turut dipengaruhi politik identitas. Politik identitas, kata Hasanuddin, bisa menggerus capaian Golkar di Riau. Oleh sebab itu menurutnya kemunculan partai politik yang mengedepankan pesan agama punya dampak terhadap partai nasionalis seperti Golkar, khususnya di Riau. "Saya lihat kehadiran partai politik berbasis agama, seperti Partai Umat maupun Partai Masyumi Reborn, justru lebih berpeluang menggerus suara umat islam yang menjadi pemilih partai nasionalis," tekannya.Adapun torehan Partai Golkar pada pemilu 2019 anjlok di Riau. Untuk gambaran, jika pada pemilu 2014 Golkar mendominasi DPRD Kota Pekanbaru dengan 7 kursi, pada pemilu 2014 hanya meraih 4 kursi. Disaat bersamaan PKS meraih 8 kursi pada pemilu 2019, melonjak 5 kursi dari capaian 3 kursi di 2014.Akham Sophian

























