Salah Satu Suku di Amazon Punah akibat Covid-19, setelah Pria Terakhirnya Tewas karena Corona
![]() |
Ilustrasi |
POTRETNEWS.com — Berita mengkhawatirkan datang dari salah satu suku di Amazon. Pria terakhir dalam suku tersebut tewas karena Covid-19. Hal itu membuat garis keturunan dalam suku tersebut terputus. Di masa yang akan datang, Suku Amazon tersebut pun punah lantaran tidak memiliki satu pun pria dalam suku tersebut.
Aruká Juma, dari suku Juma , meninggal karena komplikasi akibat virus corona pada 17 Februari. Kepala terakhir dari suku aslinya hanya menyisakan empat anggota perempuan, mengakhiri garis keturunannya. Dilansir dari Daily Satar, diperkirakan 15.000 orang berada di suku Juma pada abad ke-18 ketika keberadaan mereka pertama kali tercatat di hutan hujan Amazon yang dalam, lapor Independent .Diyakini virus itu disebarkan ke suku tersebut oleh para penambang dan penebang yang memasuki wilayah mereka secara ilegal. Putri Juma, Mandeí Juma, Maitá Juma dan Boreha Juma dan seorang gadis adalah anggota suku yang masih hidup. Putrinya mengatakan ayahnya telah berjuang keras untuk meneruskan sukunya."Ayah kami sering bertempur, dia adalah seorang pejuang, dan perjuangannya akan kami lanjutkan" kata Mandeí Juma.Juma meninggal karena komplikasi yang disebabkan oleh Covid-19 pada 17 Februari di rumah sakit Brasil di Pôrto Velho, ibu kota negara bagian Rondônia. Dia berusia antara 86 dan 90 tahun dan telah melakukan perjalanan selama dua jam dengan perahu diikuti dengan perjalanan sejauh 75 mil ke rumah sakit. Krisis virus corona telah melanda masyarakat adat yang tinggal di Amazon secara tidak proporsional.Akham Sophian

























