Warga di 5 Desa Adat Tolak Proyek Tol Sumbar-Riau karena Curiga Ada Maladministrasi
![]() |
PADANG, POTRETNEWS.com — Pembangunan tol Sumatera Barat-Riau yang sudah dimulai sejak 2017 hingga kini terus mengalami sejumlah kendala. Terbaru, masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota juga menolak tol yang dibangun melintas di lima nagari (desa adat) di daerah itu.
Lima nagari itu yakni Nagari Lubuk Batingkok, Koto Tangah Simalanggang, Koto Tinggi Simalanggang, Taeh Baruh dan Nagari Gurun. Perwakilan warga di lima nagari tersebut, Kamis (28/1/2021) kemarin, mendatangi Kantor Ombudsman Sumbar.Mereka mengadukan nasib lahan produktif dan pemukiman penduduk, yang akan terdampak jika pembangunan proyek Tol Trans Sumatera itu tetap dibangun."Kesimpulan kami, dalam proyek ini ada maladministrasi, karena sejak proses pemancangan masyarakat tidak diajak duduk bersama," kata Sekretaris Forum Masyarakat Terdampak Tol, Ezi Fitriana usai pertemuan dengan Ombudsman, Kamis (28/1/2021), Melansir liputan6.com.Menurutnya proses yang dilakukan selama ini, hanya melihat dari foto satelit saja tanpa tahu bagaimana kondisi di lapangan.Akham Sophian

























