Ceroboh, JPU Kejari Pekanbaru Salah Ketik Tuntutan Dakwaan terhadap Kaban ”si Penebas Lahan”
![]() |
Abdul Kadim Kaban. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Ada yang lucu pada surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Riau, terhadap terdakwa perusak lingkungaan bernama Kaban. Kabarnya, terjadi kesalahan penulisan tuntutan masa hukuman kepada warga Jalan Melati III, Kelurahan Budiwidya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, berusia 43 tahun itu
Melalui salinan surat tuntuntan yang diterima potretnews.com dari pengacara Kaban, surat dengan nomor registrasi perkara PDM-126/PEKAN/10/2020 dalam tuntutan pidananya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Kadim Kaban bin Kartiawan Kaban berupa pidana penjara 2 (dua) tahun 2 (dua) bulan dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa dan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan, membayar denda sebesar Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) subsider 6 (enam) bulan kurungan.”Pada 25 Januari 2021 sekira pukul 16.00 sore putusan sudah dibacakan oleh majelis hakim,” kata Pengacara keluarga Pak Kaban, Aidil Fitsen SH, kepada potretnews.com, Jum’at (29/1/2021).Setelah selesai putusan sidang dibacakan, satu jam lebih kemudian, kira-kira pukul 17.39 WIB, ucap Aidil Fitsen lagi, JPU menelepon dirinya dengan mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan penulisan masa kurungan yang tertulis dua tahun dua bulan di surat tuntutan tersebut.“Ibu jaksa pentutut umum menelepon saya. Dia mengatakan jika di dalam surat tuntutan itu ada kesalahan penulisan. Dan kesalahan itu diakui oleh JPU tersebut, bahwa kesalahan penulisan itu dilakukan oleh stafnya,” ungkap Aidil Fitsen.
























