Masyarakat Terdampak Covid-19 Berpotensi Dimanfaatkan Calon Kepala Daerah dengan Cara Kotor
![]() |
Jupendri. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pandemi virus corona membuat ekonomi di sejumlah negara tersungkur, termasuk Indonesia. Imbasnya, banyak pekerja terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pengangguran pun merajalela.
Bersamaan dengan itu, tahun ini sebanyak 270 daerah di Tanah Air menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak di tengah pandemi.Kondisi itu menurut pengamat komunikasi politik Riau, Jupendri, akan membuat jalan pesta demokrasi ini penuh kecurangan dan tidak berjalan maksimal karena kondisi masyarakat saat ini berpotensi dimanfaatkan calon kepala daerah untuk meningkatkan partisipasi pemilih dengan cara kotor.Menjawab potretnews.com yang mewawancarainya Jumat (11/9/2020), lebih jauh Jupendri mengemukakan, dampak dari Covid-19 telah banyak menyebabkan perubahan pada saluran komunikasi politik dan bisa membuat biaya politik lebih murah dalam pelaksanaan pilkada serentak 9 kabupaten/kota di Riau kalau dijalankan secara sehat dan bersih.”Sebelum Covid-19 mewabah komunikasi langsung bisa efektif dilakukan calon kepala daerah. Tetapi sekarang semuanya harus beralih dengan menggunakan media online. Penggunaan media sosial selama pandemi dijadikan pilihan yang tepat oleh calon kepala daerah sebagai metode baru dalam menyampaikan pesan politiknya seperti visi, misi, dan program unggulannya. Hal ini tentu akan membuat cost politik yang dikeluarkan calon kepala daerah lebih sedikit,” papar doktor komunikasi politik ini.
























