PotretNews.com Selasa 22 September 2020
Home > Berita > Umum

Raja Ini Punya 100 Istri Akur Tinggal dalam Satu Istana, 72 di Antaranya ”Warisan” dari Ayah dan Semua Ikut Perintah Istri Pertama

Raja Ini Punya 100 Istri Akur Tinggal dalam Satu Istana, 72 di Antaranya ”Warisan” dari Ayah dan Semua Ikut Perintah Istri Pertama

Raja Abumbi II beserta sejumlah istrinya.

Senin, 03 Agustus 2020 08:16 WIB

POTRETNEWS.com — Memiliki lebih dari satu istri masih menjadi pemandangan biasa di sejumlah kerajaan di beberapa negara. Seperti di sebuah kerajaan Abumbi. Kendati jumlah daerah yang diperintah tidak banyak dan tidak luas, namun beberapa di antaranya masih bertahan.

Kerajaan ini berada kota Bafut Provinsi Barat Laut, Kamerun, Afrika. Di kawasan ini, sebagian besar raja memiliki lebih dari satu istri, bahkan jumlahnya ratusan.

Melansir Legit.ng (2/8/2020), Raja Abumbi II, seorang raja di barat laut Kamerun ini, memiliki 100 istri. Raja Abumbi II atau Raja Bafut ke-11 ini naik tahta ketika ayahnya, Raja Achirimbi, meninggal pada tahun 1968.

Rupanya, selain mewarisi kerajaan, Raja Abumbi II juga mewarisi istri-istri ayahnya.

Ya, begitulah tradisi yang dianut kerajaan ini. Jumlah istri yang diwariskan dari ayahnya tak main-main, yaitu 72 istri. Artinya, dari 100 istrinya, ”hanya” 28 yang merupakan istri aslinya. Lalu, berapa jumlah anak dari i100stri itu? Dari 100 istrinya, disebut Raja Abumbi memiliki 500 orang anak. Tampaknya kehidupan Sang Raja dan para istri, juga anak-anaknya terjalin akur. Menurut tradisi kerajaan itu, poligami menjadi hal wajar. Ketika seorang raja mangkat, maka istrinya diwariskan ke penerusnya.

Menjaga dan melestarikan budaya Dalam sebuah wawancara kepada media baru-baru ini, Ratu Constance, istri ketiga Raja Abumbi, mengatakan: "Di belakang setiap pria yang sukses pasti ada seorang wanita yang sangat sukses dan setia."

”Menurut tradisi kami, ketika Anda seorang raja, para istri yang lebih tua harus mengajarkan tradisi kepada para istri yang lebih muda dan juga mengajari sang raja mengenai tradisi itu karena sebelumnya sang raja hanya seorang pangeran, bukan seorang raja,” ujarnya, dikutip dari tribunnews.com yang melansir Intisari.

Selain berpendidikan dan pandai berbicara, para ratu biasanya menguasai banyak bahasa dan penampilan mereka di samping raja merupakan bagian dari kebudayaan. Begitu juga yang diakui oleh Sang Raja.

Raja Abumbi mengatakan, bahwa istri-istrinya sangat penting baginya ketika dia berbicara tentang tugasnya memadukan tradisional dengan modern sehingga tidak ada konflik.

Meskipun sistem monarkis telah diperiksa di zaman modern ini, ia masih memerintah beberapa kekuasaan di bawah yurisdiksi pemerintah Kamerun.

”Selama masa penjajahan, datang nilai-nilai lain yang berbeda dengan nilai-nilai tradisional yang kami miliki sehingga sering terjadi konfllik antara nilai-nilai tradisional dan nilai-nilai modern dari barat," kata Raja Abumbi yang telah 47 tahun berkuasa itu.

Raja Abumbi II menjelaskan, bahwa perannya menyatukan nilai-nilai budaya, untuk menemukan jalan ke depan agar rakyatnya bisa menikmati hasil-hasil pembangunan dan modernisasi tanpa menghancurkan kebudayaan.

”Tanpa kebudayaan, kita bukan manusia, kita hanya binatang. Karenanya, kelembagaan ini merupakan penjamin bagi kebudayaan kami," ujarnya. Istana Fon Bafut atau Ntoh yang merupakan kerajaan Abumbi merupakan salah satu tujuan wisata dan masuk dalam daftar Monumen Dunia pada 2006 yang berisi 100 situs yang terancam punah. Jangan bayangkan istana Abumbi megah seperti pada umumnya. Tapi istana yang menjadi tempat tinggal 100 istri dan 500-an anak itu tergolong ”sederhana”.

Melansir Eva.vn, mereka hanya tinggal di rumah-rumah beratap genteng. Istana kerajaan tersebut merupakan bangunan batu bata. Bangunan seperti itu dimulai sejak abad ke-19. Sementara pada masa sebelumnya, istana tersebut terbuat dari bambu dan alang-alang.

Tampak dalam beberapa foto, istana Raja Abumbi II menggambarkan bahwa itu adalah bangunan bersejarah. Disebut terdapat sekitar 50 rumah dibangun dari batu bata dan genteng.

Arsitektur setiap rumah cukup rendah, tidak tergantung pada rumah tetangga. Tone utamanya berwarna kuning dan oranye di dinding bata istana. Meskipun tidak sebesar dan semewah raja dunia, Abumbi II dan tempat tinggal istri-istrinya dirancang dengan rapi dan bersih. ***/Riau

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Umum
wwwwww