PotretNews.com Senin 24 Februari 2020
Home >  Berita >  Kampar

Musdalifah, Korban Banjir di Gunungsahilan Kampar Ini Terpaksa Mengungsi karena Khawatir Kemunculan Ular dan Buaya

Musdalifah, Korban Banjir di Gunungsahilan Kampar Ini Terpaksa Mengungsi karena Khawatir Kemunculan Ular dan Buaya

Salah satu rumah korban banjir di Desa Sahilandarussalam, Kecamatan Gunungsahilan, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (11/12/2019). (KOMPAS.com)

Kamis, 12 Desember 2019 17:37 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Ratusan rumah warga dalam dua desa di Kecamatan Gunungsahilan, Kabupaten Kampar, Riau, kebanjiran. Sudah beberapa hari banjir belum surut. Sebagian rumah warga yang berada di dataran rendah nyaris tenggelam akibat tingginya luapan Sungai Kamparkiri. Beberapa warga telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Musdalifah (52) misalnya, ketinggian banjir di dalam rumahnya sudah mencapai dua meter. Dia takut tidur di rumah dalam kondisi banjir. Apalagi, Musdalifah hanya tinggal seorang diri. Suaminya sudah meninggal dan semua anaknya sudah berkeluarga.

”Saya sudah tiga malam mengungsi ke rumah anak. Tidak berani tidur di rumah karena banjir parah. Untuk barang-barang di rumah sudah saya naikkan ke tempat yang tinggi," ujar Musdalifah, Rabu (11/12/2019) malam.

Saat ditemui, pakaian ibu dari sepuluh anak ini tampak basah. Sebab, dia baru saja berjalan kaki mengarungi banjir sejauh lebih kurang satu kilometer untuk mengungsi. Musdalifah mengatakan, beberapa orang tetangganya masih ada yang bertahan di rumah yang dikepung banjir. Namun, dia sendiri tidak berani karena juga takut dengan binatang buas.

”Takut sama ular. Kalau banjir ular banyak keluar. Di aliran Sungai Kampar ini juga ada buaya. Jadi tidak berani tidur di atas pangkin (tempat tidur) di rumah," sebutnya.

Selain takut binatang buas, Musdalifah juga khawatir banjir semakin bertambah pada saat malam hari. ”Kita tidak tahu kapan air naik. Nanti takutnya pas tidur rumah tenggelam. Apalagi rumah saya dekat dengan sungai. Sekarang saja arus luapan sungai deras sekali,” tuturnya.

Tingginya curah hujan membuat aliran Sungai Kampar di Kabupaten Kampar, Riau, meluap. Hal itu menyebabkan ratusan rumah warga di bantaran sungai di Kecamatan Gunung Sahilan terendam banjir.

Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan Dinas Sosial Kabupaten Kampar sudah berada di lokasi untuk menangani warga yang terdampak banjir. Petugas juga mendirikan posko pengungsian, kesehatan, dan dapur umum.

Kasi Logistik BPBD Kampar Nasri Roza mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Gunungsahilan, merendam permukiman warga di Desa Gunung Sahilan dan Desa Sahilan Darussalam.

”Warga yang terdampak di Desa Gunung Sahilan 98 KK dan Desa Sahilan 176 KK. Jadi totalnya 274 KK," ujar Nasri, Rabu (11/12/2019).

Dia mengatakan, banjir sudah memasuki hari ketiga. Saat ini sejumlah warga sudah mengungsi. "Warga yang mengungsi karena ketinggian banjir di dalam rumahnya sudah mencapai satu meter. Saat ini warga banyak mengungsi ke rumah saudaranya, tapi banyak juga yang masih bertahan di rumah," sebut Nasri.

Dia menyebutkan, di sekitar lokasi banjir sudah didirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Selain itu, BPBD juga menyediakan satu perahu karet untuk mengevakuasi warga. "Yang kami evakuasi tadi ada beberapa orang warga karena banjir di sebagian rumah warga cukup parah," imbuh Nasri.

Selain rumah warga, dua rumah ibadah juga ikut terendam banjir. Banjir juga merendam perkebunan kelapa sawit dan karet. Nasril mengimbau warga yang terdampak banjir agar waspada jika luapan air sungai terus bertambah.

”Memang curah hujan di hulu Sungai Kampar Kiri ini masih tinggi, sehingga kita khawatirkan banjir semakin naik. Warga kita imbau waspada agar tidak terjadi korban jiwa,” pungkas Nasri. ***

Berita ini telah terbit di kompas.com dengan judul "Cerita Korban Banjir di Kampar, Mengungsi karena Takut Ular"

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Kampar, Peristiwa
Loading...
www www