PotretNews.com Senin 21 Oktober 2019

Sepekan Terakhir, 4.306 Warga Riau Kena ISPA akibat Karhutla

Sepekan Terakhir, 4.306 Warga Riau Kena ISPA akibat Karhutla

Gambar hanya ilustrasi. (GATRA)

Rabu, 11 September 2019 11:24 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Riau kembali membengkak. Selama bulan ini saja, sudah 4.306 orang yang menjadi korban. Siak menjadi daerah yang paling banyak penderita, mencapai 835 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Yohannes, merinci, data tadi bersumber dari hasil rekap kunjungan masyarakat ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) di 12 kabupaten/kota yang ada di Riau.

Angka tadi bisa jadi lebih bengkak lagi lantaran banyak juga masyarakat yang terserang ISPA berobat ke klinik dan praktik dokter.

"Di Kampar ada 795 orang penderita ISPA, Kota Pekanbaru 779 orang, Dumai 613 orang, Rokan Hulu (Rohul) 418 orang, Pelalawan 313 orang, Indragiri Hilir (Inhil) 212 orang, Rokan Hilir (Rohil) 166 orang, Kepulauan Meranti 130 orang, Indragiri Hulu (Inhu) 21 orang, Kuantan Singingi (Kuansing) 17 orang dan Bengkalis 7 orang," rinci Yohanes, Rabu (11/9/2019).

Ads
Di Pekanbaru, Plt Kepala Dinas Kesehatan setempat, Muhammad Amin, menyebut bahwa pihaknya sudah menyiagakan 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru untuk melayani pasien terdampak kabut asap.

"Puskesmas akan selalu berupaya optimal untuk melayani pasien terpapar asap. Mulai dari ISPA, iritasi mata, asma, paru-paru, jantung dan lainnya," kata Amin.

Menurut Amin, dari 21 puskesmas di Kota Pekanbaru yang siaga melayani pasien ISPA, satu di antaranya sudah menyiapkan satu ruangan khusus bagi pasien ISPA yang butuh penanganan khusus. "Warga Pekanbaru kita imbau terus banyak mengkonsumsi air putih, dan jika keluar rumah upayakan terus memakai masker untuk melindungi diri agar tidak banyak terpapar asap," pesannya. ***

Berita ini telah tayang di gatra.com dengan judul "Sepekan Terakhir, 4.306 Warga Riau Menderita ISPA"

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Lingkungan, Riau
       
        Loading...    
           
wwwwww