Walhi Tuding Pemerintah Gagal Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan
![]() |
Ilustrasi. (CNNINDONESIA.com) |
Kamis, 15 Agustus 2019 12:49 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nur Hidayati mengkritik pemerintah yang dinilai tidak dapat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi di Indonesia.
Walhi berpandangan pemerintah telah gagal mengamanatkan konstitusi dalam hal ini.Karhutla kembali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pada musim kemarau tahun 2019. Daerah-daerah terdampak karhutla di antaranya Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.Nur pun mengaku sudah bosan mengadakan pertemuan dan melontarkan kritik kepada pemerintah. Lantaran tidak hanya soal penanganan, namun soal pencegahan pun menurutnya pemerintah tidak kunjung mengambil langkah kongkret.Ia pun menyebut pemerintah telah gagal melindungi hak seluruh rakyat Indonesia.Lebih jauh Yaya turut mengkritik pemerintah yang menurunkan anggota TNI dan Polri untuk membantu pemadaman karhutla. Selain karena tugas utama aparat melindungi kedaulatan negara, menurutnya pemadaman dengan mengerahkan TNI-Polri tentu menggunakan anggaran negara."Kalau selama ini pemerintah yang selalu menalangi akibat perbuatan dari perusahaan, itu ya perusahaannya keenakan gitu loh, dia membakar aja terus," katanya.Contohnya karhutla di 2015 lalu, Kapolda Riau menggunakan 50 persen sumber dayanya untuk melakukan pemadaman. "Masa kita harus menanggung kejahatan korporasi, bisa bisa disubsidi secara tidak langsung oleh masyarakat," kata dia.Atas dasar itu, Yaya meminta pemerintah tidak memberikan lahan konsesi kepada perusahaan lebih luas lagi. Jika pemerintah dan perusahaan tidak mampu bertanggung jawab, menurutnya tidak perlu mengeluarkan izin lagi ke depan."Kalau mereka tidak mampu mengawasi tidak punya kapasitas yang memadai untuk melakukan penanganan-penanganan jika terjadi kebakaran di sana, jangan meminta lahan yang luas," demikian Yaya. ***Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "Walhi Soal Karhutla: Pemerintah Gagal Amanatkan Konstitusi"Editor:
Akham Sophian






















