PotretNews.com Sabtu 24 Agustus 2019

Diduga Putus Asa Penyakitnya Tak Kunjung Sembuh, Pria 34 Tahun di Kampar Gantung Diri di Pohon Rambutan

Diduga Putus Asa Penyakitnya Tak Kunjung Sembuh, Pria 34 Tahun di Kampar Gantung Diri di Pohon Rambutan

Lokasi Hendra Pelani mengakhiri hidupnya.

Senin, 25 Februari 2019 09:25 WIB
BANGKINANG, POTRETNEWS.com - Pria berusia 34 tahun di Desa Pulaujambu, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di batang pohon rambutan yang tak jauh dari rumahnya, Ahad (24/2/2019).Dari keterangan pihak keluarga kepada kepolisian, pria ini gantung diri karena diduga depresi atas penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Pria gantung diri yang tewas ini adalah Hendra Pelani (34), warga Dusun Kampung Baru Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, Riau.

”Berdasarkan keterangan pihak keluarganya bahwa korban menderita sakit batu ginjal. Selain itu diduga korban makin panik disebabkan anaknya juga sakit karena tersiram air panas sejak sebulan lalu. Diduga hal inilah yang membuat korban depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," ungkap Kapolsek Bangkinang Barat, Iptu Ikwan Widarmono.

Lebih lanjut Ikwan, pria gantung diri ini pertama kali ditemukan oleh warga yang kebetulan lewat di jalan dekat TKP sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu melihat sesosok tubuh tergantung di pohon rambutan.

Ads
Kemudian saksi memberitahukan peristiwa ini kepada keluarga yang berada di dalam rumah dekat lokasi kejadian, di rumah ini saksi menceritakan kejadian ini kepada Sarwalis (53) selaku ibu mertua korban dan Sakinah (23) istri korban.

Selanjutnya mereka secara bersama mendatangi lokasi kejadian yang berada sekira 25 meter dari rumahnya. Setelah mengecek secara langsung, kedua anggota keluarga korban ini memastikan bahwa korban adalah Hendra Pelani.

Warga desa yang datang ke lokasi kejadian kemudian menurunkan korban dengan cara memotong tali yang menjerat lehernya lalu membawanya ke rumah.

"Lalu diberitahukan Kepala Desa Pulaujambu ke Polsek Bangkinang Barat. Selanjutnya saya perintahkan anggota mendatangi TKP, mendata dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan membawa korban ke Puskesmas Kuok untuk divisum.

"Hasil musyawarah pihak keluarga korban, mereka menolak dilakukan autopsi dan telah mengikhlaskan kematian korban. Selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan Otopsi yang diserahkan kepada petugas Kepolisian," jelas Kapolsek Bangkinang Barat. ***

Artikel ini telah tayang di goriau.com dengan judul "Diduga Putus Asa Penyakitnya Tak Kunjung Sembuh, Pria 34 Tahun di Kampar Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri"

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Kampar, Hukrim
wwwwww