Home > Berita > Riau

Chevron Ajukan Perpanjangan Kontrak untuk Kelola Blok Rokan Selama 20 Tahun

Chevron Ajukan Perpanjangan Kontrak untuk Kelola Blok Rokan Selama 20 Tahun

Ilustrasi. (foto: internet)

Sabtu, 07 April 2018 14:27 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Manajemen PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengajukan proposal permohonan perpanjangan kontrak ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengelola Blok Rokan di Riau selama 20 tahun. Sebab, kontrak Blok Rokan akan habis 2021.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 15 tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, kontraktor bisa mengajukan perpanjangan paling cepat 10 tahun dan paling lambat 2 tahun sebelum kontrak berakhir.

Blok Rokan merupakan sumber minyak bersar bagi produksi minyak dan gas bumi Indonesia. Sepanjang 2017 lalu, produksi blok ini mencapai 226.500 barel per hari atau sekitar 28% dari total produksi nasional.

Agung Pribadi, Juru Bicara Kementerian ESDM menyebut, Chevron sudah mengirimkan proposal perpanjangan kontrak kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "SKK Migas sedang melakukan evaluasi," ungkap dia, Jumat (6/4/2018), dilansir potretnews.com dari kontan.co.id.

Setelah SKK Migas melakukan evaluasi atas permohonan tersebut, mereka akan menyampaikan rekomendasinya kepada Menteri ESDM melalui Direktur Jenderal Migas. "Jadi belum ada keputusan soal perpanjangan kontrak Chevron itu," imbuh dia.

Danya dewanti Manager Corporate Communication Chevron mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mendiskusikan perpanjangan kontrak Blok Rokan dengan pemerintah Indonesia.

Chevron mengaku bangga dengan kemitraan yang telah berlangsung lama dengan masyarakat dan pemerintah Indonesia. Maka, "Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya energi di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/4).

Chevron mengklaim telah berhasil mengoperasikan Blok Rokan dalam mendukung pencapaian target energi nasional selama puluhan tahun. Perusahaan ini juga terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia mengoptimalkan produksi minyak dari aset strategis ini. "Kami menghormati hak dan wewenang pemerintah dalam memutuskan masa depan pengelolaan Blok Rokan," imbuh dia.

Blok Rokan merupakan aset dengan kompleksitas tinggi dan memerlukan investasi yang signifikan, pengalaman operasi yang luas, serta kemampuan teknis dalam mengelola teknologi Enhance Oil Recovery (EOR).

Seperti diketahui, pemerintah baru saja menyetujui rencana Chevron dalam Plan of Further Development (POFD) untuk pengeboran sumur tambahan di enam lapangan di Blok Rokan. Enam lapangan ini terdiri dari lapangan Sidingin, Hitam, Petapahan, Pematang, Ampuh, dan Sikladi.

Jika pemerintah menolak proposal Chevron, membuka kesempatan Pertamina masuk. Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam juga menyatakan, Pertamina masih belum bisa memutuskan untuk mengambil alih kelola Blok Rokan. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Riau, Umum
wwwwww